Kamis, 18 Jun 2026 05:06 WIB

Dinilai Tidak Efisien, 7 Pos Pantau Covid-19 di Ponorogo Ditutup

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 12 Mei 2020 12:45 WIB
Suasana salah satu pos pantau Covid-19 di Ponorogo
Suasana salah satu pos pantau Covid-19 di Ponorogo

jatimnow.com -Dinilai tidak efisien, pos pantau pencegahan Virus Corona (Covid-19) di 7 titik pintu masuk Ponorogo ditiadakan atau ditutup per pukul 00.00 Wib, Selasa (12/5/2020).

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, hasil dan biaya yang dikeluarkan untuk 7 pos pantau tersebut tidak sebanding. Sehingga pos pantau itu dinilai tidak efisein dari sisi anggaran.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia menambahkan, biaya untuk 7 pos pantau itu sekitar Rp 1,2 miliar untuk satu bulan. Sehingga bisa dihitung rata-rata per hari di satu pos pantau mencapai Rp 5 juta.

"Biaya Rp 5 juta itu untuk biaya transportasi yang bertugas. Kemudian untuk makan, minum juga. Tentu satu pos pantau dengan pos pantau lain tidak sama," jelas Bupati Ipong.

Menurutnya, dengan biaya sebesar itu, sedangkan yang dipantau hanya suhu tubuh pendatang. Padahal saat ini banyak warga berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sehingga OTG tidak bisa dideteksi hanya dengan pengecekan suhu tubuh.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Dari situ kan tidak bisa disaring. Tetap ada yang bisa masuk jika memang terkena Covid-19," tambah Bupati Ipong.

Setelah 7 pos pantau ditutup, Bupati Ipong menginstruksikan jajarannya untuk mengefektifkan pos pengendalian dan pengawasan di seluruh desa dan kelurahan se Ponorogo.

"Tetap ada pemantauan, bahkan sampai ke tingkat desa," tambahnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

7 pos pantau di pintu masuk Ponorogo itu berada di Mlilir, Sawoo, Badegan, Sampung, Sukorejo, Slahung dan Babadan. Pos itu difungsikan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dari para pengendara yang berasal dari Magetan, Madiun, Kediri, Blitar, Malang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bogor maupun Jakarta.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.