Dinilai Tidak Efisien, 7 Pos Pantau Covid-19 di Ponorogo Ditutup
- Penulis : Mita Kusuma
- | Selasa, 12 Mei 2020 12:45 WIB
jatimnow.com -Dinilai tidak efisien, pos pantau pencegahan Virus Corona (Covid-19) di 7 titik pintu masuk Ponorogo ditiadakan atau ditutup per pukul 00.00 Wib, Selasa (12/5/2020).
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, hasil dan biaya yang dikeluarkan untuk 7 pos pantau tersebut tidak sebanding. Sehingga pos pantau itu dinilai tidak efisein dari sisi anggaran.
Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor
Dia menambahkan, biaya untuk 7 pos pantau itu sekitar Rp 1,2 miliar untuk satu bulan. Sehingga bisa dihitung rata-rata per hari di satu pos pantau mencapai Rp 5 juta.
"Biaya Rp 5 juta itu untuk biaya transportasi yang bertugas. Kemudian untuk makan, minum juga. Tentu satu pos pantau dengan pos pantau lain tidak sama," jelas Bupati Ipong.
Menurutnya, dengan biaya sebesar itu, sedangkan yang dipantau hanya suhu tubuh pendatang. Padahal saat ini banyak warga berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sehingga OTG tidak bisa dideteksi hanya dengan pengecekan suhu tubuh.
Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai
"Dari situ kan tidak bisa disaring. Tetap ada yang bisa masuk jika memang terkena Covid-19," tambah Bupati Ipong.
Setelah 7 pos pantau ditutup, Bupati Ipong menginstruksikan jajarannya untuk mengefektifkan pos pengendalian dan pengawasan di seluruh desa dan kelurahan se Ponorogo.
"Tetap ada pemantauan, bahkan sampai ke tingkat desa," tambahnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil
7 pos pantau di pintu masuk Ponorogo itu berada di Mlilir, Sawoo, Badegan, Sampung, Sukorejo, Slahung dan Babadan. Pos itu difungsikan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dari para pengendara yang berasal dari Magetan, Madiun, Kediri, Blitar, Malang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bogor maupun Jakarta.
Editor : Narendra Bakrie
URL : https://jatimnow.id/baca-26410-dinilai-tidak-efisien-7-pos-pantau-covid19-di-ponorogo-ditutup