Jumat, 12 Jun 2026 03:08 WIB

Tanggapi Risma Soal Pasien Corona, dr Joni: Dibuka Etika Kedokteran

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 12 Mei 2020 10:14 WIB
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuadi
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuadi

jatimnow.com - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuadi menerangkan tentang etika kedokteran yang tidak boleh membedakan pasien berdasarkan ras, agama, suku kedaerahan atau perbedaan politik.

Itu disampaikan dr Joni saat menjawab pertanyaan reporter tentang adanya pemberitaan Wali Kota Surabaya Tri Rismharini yang menyebut banyak pasien Corona (Covid-19) rujukan dari luar kota ke Kota Pahlawan dan menyebabkan pasien dari Surabaya tidak mendapatkan tempat.

Baca Juga: Isi Pesan Cagub Luluk ke Khofifah usai Kalah di Pilgub Jatim 2024

"Kawan-kawan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) sudah membuat pernyataan bahwa merawat pasien itu sesuai etika di kedokteran. Tidak boleh dibedakan berdasarkan ras, agama, suku dan kedaerahan, politik. Itu etika kedokteran," kata dr Joni di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (11/5/2020) malam.

Ia mencontohkan, seandainya Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat rumah sakit khusus provinsi maka orang Kalimantan, orang Jawa Tengah tidak boleh masuk itu disebut tidak etis dan tidak diperkenankan di dunia kedokteran.

"Sudah paham maksud saya kan. Coba dibuka etika kedokteran," ujar dia.

dr Joni yang juga Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo menegaskan, sekitar 92 pasien di dr Soetomo adalah masyarakat Surabaya.

"Di rumah sakit dr Soetomo yang saya tahu persis, pasien kami di Soetomo itu 92 persen itu masyarakat Surabaya," jelasnya.

Ia menambahkan, rumah sakit di daerah sudah banyak yang bisa menangani pasien Covid-19.

"Covid ini di rumah sakit daerah sudah banyak yang bisa menangani. Karena hanya perlu dokter paru-paru, perlu dokter bius dokter anestesi, perlu dokter penyakit dalam, perlu hanya ruang isolasi dan ruang ICU pun tidak selalu perlu," katanya.

Baca Juga: Cagub Jatim Tri Rismaharini Menang Telak di TPS 16 Tempatnya Mencoblos

"Jadi (Covid-19) ini bukan penyakit tumor otak, yang harus ke Surabaya, nggak. Jadi Covid ini bisa ditangani dokter paru-paru, dokter penyakit dalam, bahkan dokter umum (bisa menangani pasien) yang ringan dan sedang cukup dengan supervisi dokter paru paru," jelasnya.

dr Joni mengakui tidak tahu di rumah sakit selain dr Soetomo, apakah banyak pasien Covid rujukan dari rumah sakit lainnya.

"Perlu diupdate datanya karena di rumah sakit dr Soetomo tidak berbicara seperti itu (asal daerah, suku, ras, agama) pasien," katanya.

"Jadi kawan-kawan daerah, kesiapan daerah kalau kita lihat di sini luar biasanya rumah sakitnya. Bahkan ada di rumah sakit daerah mengembangkan ruang isolasi dari 2 menjadi 40 ruang," katanya.

Baca Juga: Cawagub Jatim Emil Dardak Gagal Amankan Suara di Tempat Mencoblos

dr Joni mencontohkan rumah sakit umum daerah Sidoarjo yang mengembangkan ruang isolasi dan saat ini merawat sampai 125 pasien saat ini.

"Jadi mereka mengembangkan sampai 60 ruang isolasi. Ini rumah sakit umum daerah Sidaorjo, tidak pernah merujuk karena memang ada dokter spesialisi paru, ada dokter anestesi," katanya.

Ia menegaskan, membuat ruang isolasi itu tidak terlalu sulit, asalkan ada niat untuk membuatnya.

"Ruangan isolasi bisa dengan biaya rumah sakit atau biaya refocusing buat ruang isolasi negatif. Tidak terlalu sulit. Soetomo membuat ruang isolasi negatif 30 dalam kurun waktu 2 minggu. Jadi kalau ada niat bisa membuat ruang isolasi negatif," tegas dr Joni.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.