Selasa, 16 Jun 2026 11:17 WIB

Wabah Virus Corona

Manfaatkan Stay at Home, Pemuda Probolinggo ini Buat Kerajinan Paralon

M Khozin membuat kerajinan paralon di tengah kebijakan stay at home
M Khozin membuat kerajinan paralon di tengah kebijakan stay at home

jatimnow.com - Kebijakan 'stay at home' selama pandemi Corona dimanfaatkan oleh Muhammad Khozin (26) untuk membuat kerajinan dari paralon.

Warga RT 05 RW 01 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu memanfaatkan paralon dan membuatnya menjadi berbagai barang aksesoris rumah tangga. Mulai dari jam dinding, celengen dan lampu hias.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Dari tangan kreatifnya, pria yang masih bujang itu membuat kerajinan menggunakan alat diantaranya gerinda portable, mesin pemanas untuk melunakkan paralon dan stang repaid.

"Setiap pengerjaan model kerajinan, waktu penyelesaiannya bervariatif tergantung dari tingkat kesulitan desain atau ukiran kerajinan. Seperti jam dinding dengan motif ukir, saya menghabiskan waktu 3 hari untuk menyelesaikannya," kata Khazin, Jumat (8/5/2020).

Dirinya mendapat inspirasi membuat kerajinan itu saat dirinya masih kuliah di Yogyakarta. Ia melihat berbagai kerajinan yang dipamerkan di Yogyakarta dan diburu oleh masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

"Melihat itu, saya berkeinginan untuk mengembangkan bisnis kerajinan paralon ini di Probolinggo," papar dia.

Untuk penjualan, Khozin mengaku masih sebatas di media sosial saja.

"Alhamdulillah lambat laun mulai dikenal oleh masyarakat dan saya mulai merasakan keuntungan dari kerajinan ini," ujarnya.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

Ia mematok harga kerajinan yang dibuatnya cukup terjangkau bagi masyarakat. Untuk jam dinding, harga yang ia patok sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan celengan ukuran 15 sentimeter dengan harga Rp 45 ribu dan tempat tisu Rp 35 ribu.

"Yang menentukan harga tergantung dari tingkat kerumitan pembuatan dan ukuran," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.