Kamis, 18 Jun 2026 09:09 WIB

Pendapatan Kota Surabaya Berpotensi Anjlok akibat Wabah Corona

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 02 Mei 2020 14:43 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

jatimnow.com - Virus Corona atau Covid-19 berdampak pada anjloknya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya. Sebab sejumlah sektor penyumbang PAD di Kota Pahlawan juga 'terkapar' akibat wabah ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono mengatakan, pada Tahun 2019, PAD terealisasi 100 persen dari target Rp 4 triliun.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Menurut Yusron, PAD Tahun 2019 itu mencapai target 100 persen lantaran adanya inovasi digital dari layanan pembayaran pajak daerah. Juga disertai gencarnya sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak.

"PAD tahun lalu, 26 persen disumbang oleh pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) 25 persen dan sektor lain seperti hotel menyumbang Rp 296 miliar, restoran Rp 536 miliar," beber Yusron saat dihubungi jatimnow.com, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya, pajak restoran lebih besar dari pada hotel karena memang objeknya semakin banyak dan berkembang di Surabaya. Hotel juga tercatat tumbuh. Hanya saja masih perlu terus didorong agar okupansinya meningkat.

Dengan pemenuhan 100 persen target PAD Tahun 2019 itu, Pemkot Surabaya sempat percaya diri untuk meningkatkan PAD pada Tahun 2020 hingga Rp 4,3 triliun.

Namun target itu mulai tergerus seiring banyaknya rumah makan, restoran, depot hingga hotel merugi akibat Virus Corona yang mulai mewabah di Surabaya pada Maret 2020.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Apakah Pemkot Surabaya akan merivisi target perolehan PAD 2020 atau tetap yakin dengan target semula Rp 4,3 triliun akan terpenuhi?

Yusron menyatakan bahwa dari dampak Covid-19 serta pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, akan memukul pajak dari sektor rumah makan dan hotel yang bisa berdampak pada anjloknya PAD 2020.

"Pastinya akan berkurang. Sekarang semuanya sepi. Seperti hotel, rumah makan, restoran dan depot. Pemasukan dari pajaknya pasti akan turun drastis, karena hampir tidak ada penghuni hotel dan rumah makan atau restoran tidak seramai sebelum Covid-19. PBB juga diprediksi berkurang pendapatannya," papar Yusron.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Meski demikian, Yusron berharap masyarakat juga tetap membayar PBB. Sebab pajak tersebut juga untuk membantu masyarakat yang tidak mampu yang diapliksikan melalui pemberian bantuan paket sembako oleh pemkot.

"Tapi untuk tahun ini PAD-nya belum kita ketahui, realisasinya berapa, karena belum dihitung. Mungkin baru bula depan. Yang pasti akibat Covid-19 ini, pendapatan akan berkurang," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.