Rabu, 17 Jun 2026 22:32 WIB

Wabah Virus Corona

Pemkot Surabaya Diminta Perhatikan Tenaga Medis di Tingkat Puskesmas

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 28 Apr 2020 18:54 WIB
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, khususnya dinas kesehatan memperhatikan tenaga medis di tingkat puskesmas.

Sebab dari informasi yang diterimanya, Imam mendapatkan laporan bahwa ada empat pasien di Puskesmas Krembangan yang sudah di-rapid test dan hasilnya reaktif atau positif.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Kami mendapatkan laporan ada empat pasien yang sudah di-rapid test dan hasilnya positif. Salah satu di antaranya sudah dites swab, hasilnya juga positif Covid-19," ujar Imam, Selasa (28/4/2020).

Menurut Imam, hasil itu membuat dokter, perawat, tenaga medis hingga cleaning service di Puskesmas Krembangan khawatir, sehingga mereka meminta untuk di-rapid test.

Namun lanjut Imam, dari informasi yang diterimanya, permintaan itu tidak dipenuhi oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut bahkan diminta untuk beroperasi seperti biasa melayani masyarakat.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Kalau informasi itu benar bisa membahayakan masyarakat. Apalagi puskesmas sentra pelayanan kesehatan terdepan melayani masyarakat kelas bawah, melayani masyarakat kurang mampu yang ingin berobat di puskesmas," ujar Politisi Partai NasDem dari Dapil I (Krembangan, Bubutan, Genteng, Tegalsari, Simokerto, Gubeng) Surabaya.

Imam membandingkan dengan kebijakan Pemkot Surabaya yang menutup kantor dan pelayanan di Kecamatan Tandes dan Kelurahan Balongsari ketika ada salah satu pegawai di kecamatan itu meninggal dunia akibat diduga terpapar Covid-19.

Masih kata Imam, meski pelayanan di Puskesmas Krembangan diminta beroperasi, tapi informasinya tidak ada protokol penanganan Covid-19. Petugas medis hingga cleaning service tetap diminta berkeja dan melayani tanpa mengetahui apakah mereka tepapar atau tertular Virus Corona dari pasien yang sempat dirawat di Puskesmas Krembangan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami berharap pemerintah kota tidak menutup-nutupi informasi yang sebenarnya, sehingga masyarakat tidak dirugikan. Juga tidak membahayakan masyarakat lainnya," jelasnya.

Sementara itu, hingga pukul 18.40 Wib, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg Febria Rachmanita saat dikonfirmasi jatimnow.com melalui telepon maupun pesan whatsapp (WA) terkait informasi tersebut belum merespon.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.