Minggu, 14 Jun 2026 18:12 WIB

PT Bumi Suksesindo Pastikan Kondisi Perairan Selatan Aman

  • Penulis :
  • | Selasa, 08 Mei 2018 18:01 WIB

Banyuwangi - PT Bumi Suksesindo (BSI), operator pertambangan mineral di Gunung Tumpangpitu Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, melakukan pemantauan kondisi lingkungan perairan setempat. Kegiatan yang dilakukan secara periodik, tri wulan, ini menggandeng konsultan lingkungan independen.

Super Intendent Departemen Enviromental PT BSI, Iwa Mulyawan menjelaskan, kegiatan pemantauan dan penelitian tersebut seiring dengan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tertuang di Amdal PT BSI. Sehingga PT BSI berkewajiban melakukan pemantauan lingkungan, baik di darat maupun di perairan (laut dan sungai).

“Pemantauan dan penelitian yang hari ini kita lakukan di perairan (laut),” jelasnya, Selasa (8/5/2018).

Ada beberapa komponen yang menjadi focus dalam penelitian tersebut. Antara lain, kualitas air laut, ketersediaan plankton (Phytoplankton & Zooplankton), makrobenthos (hewan-hewan di dasar laut), terumbu karang, ikan karang dan sediment.



“Pemantauan rutin tri wulan ini dilakukan sejak memasuki masa operasinya (produksi) PT BSI tahun 2017. Kita lakukan berkelanjutan,” tambahnya.

Dari pemantauan dan penelitian yang dilakukan sebelumnya, perairan setempat dipastikan dalam kondisi normal. Dimana kondisi itu jika dibandingkan dengan data rona awal. Pengambilan data rona awal di mulai sejak 2009 (sejak belum ada PT BSI) serta pada 2014 sebelum kegiatan PT BSI dilakukan.

“Kalau kita bandingkan indek dari komponen-komponen tersebut dalam keadaan stabil. Dengan kehadiran PT BSI, kondisi itu tidak mengalami perubahan. Keanekaragaman ikan juga masih sama,” urainya.

Baca Juga: 2 Festival di Banyuwangi Kembali Masuk Agenda Nasional KEN 2025



Penelitian yang dilakukan hari ini, dilakukan di sejumlah titik di kawasan perairan Pulau Merah. Seperti di perairan Wedi Ireng Pancer (daerah control), perairan Pulau Merah, perairan Banyu Towo dan dua titik di perairan Candrian. Sampel komponen seperti air laut akan dianalisis tim peneliti independen di Jakarta.

“Hasilnya akan diketahui dalam waktu dua minggu kedepan,” pungkasnya. (Advertorial)

Baca Juga: Penampilan Ribuan Penari Gandrung Sewu Bikin Bulu Kuduk Merinding

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.