Selasa, 16 Jun 2026 03:37 WIB

Cegah Corona di Pasar Tradisional Surabaya, Ini Kata Wawali Whisnu

Pemeriksaan suhu tubuh di pasar tradisional di Surabaya
Pemeriksaan suhu tubuh di pasar tradisional di Surabaya

jatimnow.com – Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya (PGS) yang kembali dibuka setelah ditutup sementara imbas Virus Corona (Covid-19) mendapat perhatian Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Ia mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan seluruh unsur dalam pencegahan pandemi Corona.

Baca Juga: Whisnu Sakti Buana Meninggal Dunia hingga Popok Terbakar

Politisi PDI Perjuangan ini meminta kepada Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS), untuk terus mengantisipasi menyebarnya penularan Virus Corona.

"Ini tidak hanya PD Pasar melainkan juga semua unsur, baik UPT Pasar maupun Paguyuban Pedagang dalam mentaati protokol pencegahan penyebaran Corona," katanya, Selasa (21/4/2020).

Protokol pencegahan virus ini dikatakan Whisnu diantaranya, penyediaan pos pemeriksaan suhu tubuh, wastafel portable, rutin dalam melakukan penyemprotan disinfektan hingga mewajibkan seluruh pedagang pasar dan pembeli mengenakan masker.

Untuk stan pedagang pihak paguyuban bisa berkoordinasi dengan UPT Pasar, untuk penempatan jarak.

Baca Juga: Sosok Whisnu Sakti Buana Dimata Eri Cahyadi Walikota Surabaya

"Jadi perekonomian masyarakat tetap berjalan, namun tetap berpedoman pada social distancing," imbuh mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Berdasarkan data sebaran pasar yang tercatat di pasarsurya.surabaya.go.id, saat ini terdapat 22 pasar tradisional yang tersebar di tiga wilayah yang berlokasi di Surabaya utara, timur dan selatan.

"Kalau bisa tidak hanya yang masuk dalam pengelolaan PD Pasar Surya. Melainkan seluruh pasar tradisional. Ini perlu peran aktif dari Paguyuban dan pengelola pasar," terangnya.

Baca Juga: 'Whisnu Sakti Buana Sosok Pemimpin Merakyat, Sederhana dan Tegak Lurus'

Dengan menjalankan prosedur dari PDPS dan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya, diharapkan upaya pencegahan bisa lebih efektif.

"Namun ada solusi untuk tidak mematikan jantung perekonomian warga," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.