Minggu, 21 Jun 2026 04:43 WIB

Cegah Covid-19, Pertandingan Sepak Bola di Kota Probolinggo Dibubarkan

Satpol PP bubarkan pertandingan sepak bola di Kota Probolinggo
Satpol PP bubarkan pertandingan sepak bola di Kota Probolinggo

jatimnow.com - Sejumlah warga yang bermain sepak bola di lapangan Scorpion FC, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dibubarkan Satpol PP, Senin (20/4/2020) sore.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi menegaskan, ia dan anggotanya melakukan pembubaran setelah mendapat informasi dari warga. Setelah diberi penjelasan, semua warga yang mengikuti sepak bola itu akhirnya membubarkan diri.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Semua dengan sadar membubarkan diri dan tidak melanjutkan pertandingan," ungkap Agus.

Agus menambahkan, pembubaran permainan sepak bola itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang saat ini masih mewabah. Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat maupun daerah, semua orang diminta menerapkan social atau physical distancing.

Banner larangan lapangan sepak bola di Kota ProbolinggoBanner larangan lapangan sepak bola di Kota Probolinggo

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Sepak bola sore tadi dikuti puluhan orang. Jadi sangat rentan penularan," ujarnya.

Setelah berhasil dibubarkan, Agus memastikan ia dan anggotanya akan terus melakukan pemantauan di stadion tersebut. Bila masih ada yang bandel bermain sepak bola, akan dilakukan tindakan tegas.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Sementara itu, Ketua Klup Scorpion FC, As'ad Anshari menyebut, pengelola lapangan sudah lama melakukan pemasangan berisi larangan untuk pemakaian lapangan tersebut untuk pertandingan sepak bola selama Covid-19 masih belum reda.

"Yang main di sana tadi bukan dari klub kami, tetapi itu merupakan kegiatan warga. Kami sudah memasang banner dan diketahui oleh pihak Kelurahan Sukoharjo," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.