Rabu, 17 Jun 2026 17:35 WIB

Asyik Kemas Pil Koplo, Pengedar di Kalangan Pelajar Surabaya Digerebek

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 18 Apr 2020 16:00 WIB
Ribuan pil koplo disita dari seorang pengedar di Surabaya
Ribuan pil koplo disita dari seorang pengedar di Surabaya

jatimnow.com - Seorang pengedar pil double L (koplo) di Kota Pahlawan diringkus Tim Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 153.860 ribu butir pil koplo yang disimpan di dalam dua kardus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Pengedar itu bernama Yoga Yuniar Pratama (25), warga Jalan Bendul Merisi Besar Timur, Wonokromo, Surabaya. Ia ditangkap saat mengemasi barang haram tersebut di kamar kosnya, Kamis (16/4/2020).

"Tersangka ini sudah cukup lama menjadi target operasi kami. Dia cukup licin, selalu berpindah-pindah tempat agar tidak ketahuan," kata Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP M Yasin, Sabtu (18/4/2020).

Penangkapan terhadap tersangka Yoga sendiri dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi keberadaannya.

"Kami intai tersangka lebih dulu. Anggota kemudian memastikkan keberadaannya. Setelah dipastikan ada di dalam kamar kosnya, langsung kami gerebek," ujar dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Saat digerebek, tersangka Yoga tengah mengemasi barang haram tersebut untuk dijadikan menjadi poket-poket kecil. Saat diamankan, ia mengakui semua perbuatannya.

"Ada dua kardus pil koplo yang kami sita. Satu kardus berisi 100 ribu butir. Sedangkan kardus satunya berisi 53.860 ribu butir. Barang ini sudah siap diedarkan," tambahnya.

Untuk mengelabui polisi, Yoga memakai label vitamin di setiap plastik dan juga kardusnya. Namun, cara tersebut rupanya tidak ampuh. Polisi lebih jeli.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Tersangka ini jualnya eceran. Biasanya satu plastik itu isi 100 butir," beber Yasin.

Dalam pemeriksaan, Yoga mengaku sudah setahun ini menjalankan bisnis haram tersebut. Pelanggannya, kebanyakan adalah para pelajar. Yakni SMP hingga SMA.

"Ngakunya dapat barang dari seorang bandar berinisial AS. Katanya dia hanya disuruh menjual. Apabila laku semua, ia dapat upah Rp 2-3 juta. Saat ini kasusnya masih kami kembangkan, berusaha mengungkap jaringan di atasnya," pungkas mantan Kanit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya itu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.