Selasa, 16 Jun 2026 12:55 WIB

Kisah Keteladanan Warga Desa di Magetan Bantu Pasien Positif Corona

Bantuan dari warga Dusun Panasan, Magetan dengan mencantolkan sayur di depan pagar rumah positif Covid-19
Bantuan dari warga Dusun Panasan, Magetan dengan mencantolkan sayur di depan pagar rumah positif Covid-19

jatimnow.com - Solidaritas dan keguyuban warga Dusun Panasan, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan dalam melawan Virus Corona (Covid-19) diapresiasi oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Bahkan Gubernur Khofifah meminta masyarakat di Jawa Timur untuk meneladani sikap Dusun Panasan yang bergotong royong dalam mensikapi warganya yang terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: 2 Buku Diluncurkan NA Jatim di Muskerwil Sidoarjo, Khofifah: Referensi Bersama

Menurut Khofifah, warga dusun tersebut terbukti kompak dan tidak memberikan stigma negatif pada tetangga mereka yang dinyatakan berstatus positif Covid-19.

Sebaliknya, warga dusun tersebut justru memberikan suport fisik maupun mental pada warganya yang melakukan isolasi karena Covid-19.

"Ini contoh yang sangat baik bagi warga Jawa Timur. Bahwa ada keguyuban dari warga Dusun Panasan saat ada satu keluarga di kampung mereka yang terinfeksi Covid-19, dan harus diisolasi. Warga di sana memberikan simpati dan empati yang luar biasa sebagai dukungan bagi warga yang terinfeksi agar bisa segera sembuh," kata Gubernur Khofifah usai melakukan telecoference dengan keluarga Endang Lestari, warga Dusun Panasan yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Kamis (16/4/2020) malam.

Gubernur Khofifah meminta agar Endang Lestari menceritakan bagaimana pengalamannya dan keluarga dari awal terinfeksi Covid-19 hingga akhirnya sembuh dan terkonversi negatif SARS-CoV-2.

"Riwayat perjalanan kami, sebenarnya kami terinfeksi dari almarhum ayah kami yang dinyatakan positif Covid-19 setelah dua hari wafat. Beliau diketahui baru saja pulang dari mengikuti kegiatan seminar di Bogor," kata Endang Lestari.

Begitu mendapatkan konfirmasi bahwa sang ayah yang meninggal dunia pada dua hari sebelumnya terinfeksi Covid-19, petugas puskesmas segera mendatangi keluarga mereka dan melakukan rangkaian tes swab.

Baca Juga: Khofifah Beri Pesan Ini saat Peresmian Si Mas Ganteng di Alun-Alun Tuban

Yang pertama kali terkonfirmasi positif adalah sang ibu dan langsung dirawat di RSUD dr Soedono Madiun. Sedangkan Endang sendiri juga dinyatakan positif tiga hari setelahnya.

"Saat menjalani perawatan, kami memang semula kaget. Tapi kami juga sudah mengira bahwa kami juga akan tertular karena kami sangat 'los' saat berkontak dengan ayah, karena kan kami merawat, jadi kami merasa wajar dan menyiapkan mental jika dinyatakan terpapar," ceritanya.

Lebih lanjut Endang menceritakan bahwa proses menunggu hasil swab memang cukup memakan waktu. Selama menunggu hasil swab mereka diisolasi mandiri di rumah.

"Di saat isolasi mandiri inilah tetangga kami memberikan support yang sangat besar pada kami. Jadi walaupun mereka menjaga jarak, mereka tetap menunjukkkan solidaritas dengan sering menawari apa yang kami butuhkan. Misalnya sayuran, lauk pauk, makanan, mereka memberikan ke kami dengan dicantolkan ke pagar. Kami tidak bisa keluar rumah maka mereka yang membelikan," ucapnya sembari menunjukkan gambar hasil potret sayuran dalam plastik yang dicantolkan di pagar depan rumah.

Baca Juga: Khofifah Bahas Efisiensi Anggaran hingga SR pada Sertijab Bupati Tulungagung

Tidak hanya itu, Endang juga mengaku mendapatkan support besar dari perawat dan tenaga kesehatan di RSUD dr Soedono Madiun yang tidak kenal lelah memberikan semangat motivasi bahwa ia pasti bisa sembuh.

Hal tersebut akhirnya terwujud setelah Endang menjalani 21 hari masa perawatan sebelum akhirnya dinyatakan sembuh.

"Pesan kami bagi seluruh warga masyarakat, di tengah pandemi Covid-19 ini tolong lebih baik ikuti anjuran pemerintah. Tetap tinggal di rumah. Keluar rumah hanya untuk urusan yang sangat penting dan jangan pergi tanpa masker. Itu menjadi imbauan kami," kata Endang yang mengaku tidak memiliki gejala klinis meski dinyatakan positif Covid-19 ini.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.