Minggu, 21 Jun 2026 01:39 WIB

Mengkhawatirkan, Gedung Pemkab Ponorogo Belum Pernah Diuji Kelayakan

Salah satu gedung Pemkab Ponorogo.
Salah satu gedung Pemkab Ponorogo.

jatimnow.com - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ponorogo, kini tengah dirundung kekhawatiran. Sebab, gedung Graha Krida Praja Lantai 8 dan Gedung Terpadu Lantai 6 tempat mereka bekerja selama ini, ternyata tidak pernah teruji kelayakannya.

Jika demikian, maka tidak pernah diketahui sampai kapan gedung tersebut dapat bertahan atau pada beban maksimal berapa gedung tersebut kuat berdiri.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Yang dikhawatirkan tentu saja sewaktu-waktu bisa ambruk. "Memang untuk dua gedung yang digunakan bekerja ASN tidak pernah dilakukan uji validasi atau uji kelayakan," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Endang Retno Wulandari, Senin (7/5/2018).

Ia mengaku, untuk uji kelayakan memang perlu. Jika tidak dilakukan uji kelayakan, tidak dapat diketahui masa umur gedung tersebut. Sehingga, pada jangka waktu tertentu gedung tersebut bisa sewaktu-waktu ambruk.

"Saya akui uji kelayakan itu penting. Dan di Pemkab Ponorogo belum pernah melakukannya. Ini baru kami rencanakan," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Retno, sapaan akrab Endang Retno Wulandari beralasan Pemkab Ponorogo tidak mempunyai Tim Akreditasi Bangunan Gedung (TABG). "Jadi kami kesulitan," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, tahun ini anggaran uji kelayakan sudah dimasukkan PAK. Dan pihaknya juga meminta bantuan Pemkot Madiun untuk melakukan uji kelayakan.

"Kami cuma uji kelayakan saja. Kami meminta bantuan Madiun. Nanti yang diuji kelayakan dua gedung vital di Ponorogo. Gedung lantai 8 dan Terpadu. Sesuai permintaan Bupati (Ipong-red)," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.