Senin, 15 Jun 2026 23:25 WIB

Robot Pelayan Pasien Corona Ciptaan ITS-Unair itu Diberi Nama RAISA

RAISA, robot pelayan pasien Covid-19 ciptaan ITS-Unair
RAISA, robot pelayan pasien Covid-19 ciptaan ITS-Unair

jatimnow.com - Robot yang difungsikan untuk membantu melayani pasien Virus Corona (Covid-19) ciptaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) resmi diluncurkan.

Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA) itu diserahterimakan kepada Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) di Gedung Pusat Robotika ITS, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari mengatakan, robot itu juga difungsikan untuk meminimalisir kontak antara tenaga medis dengan pasien Covid-19 serta mengurangi pemakaian alat pelindung diri (APD) yang persediaannya semakin menipis.

Ashari menambahkan, proyek itu dilakukan bersama dengan Unair dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk menyelesaikan satu persatu permasalahan dampak wabah Covid-19.

"Hari ini kami berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat untuk para tenaga medis maupun masyarakat," ujar Ashari.

Baca juga:  ITS-Unair Ciptakan Robot, Bantu Tenaga Medis Layani Pasien Covid-19

Ia memaparkan bahwa RAISA telah dirancang oleh tenaga handal dan tim robot ITS yang sudah memenangkan berbagai lomba di mancanegara. Juga menggandeng ahli medis dari RSUA, sehingga fitur pada robot semakin lengkan sesuai kebutuhan pasien.

Sementara itu, Direktur Utama RSUA Prof dr Nasronudin memberikan apresiasi atas hasil kerjasama yang dilakukan. Ia mengungkapkan, banyak tenaga medis di Unair membutuhkan pengaplikasian teknologi dari ITS.

"Robot ini mampu memberikan pelayanan kepada pasien yang sedang diisolasi seperti mengantar makanan, pakaian maupun obat-obatan," sambung Nasronudin.

Dokter yang akrab disapa Nasron ini menyebut, meski robot sudah bisa difungsikan, pasien juga tetap memerlukan perawat. Hanya saja intensitas interaksinya berkurang.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

"Perlunya sentuhan hati dan interaksi langsung dibutuhkan juga sesekali untuk mendukung psikologi dari pasien Covid-19," jelas dokter 63 tahun ini.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Prof Mohammad Nuh memaparkan, ada banyak value yang ada pada RAISA. Salah satunya yaitu nilai kemanusiaan. Karena tenaga medis yang biasanya harus berinteraksi dengan pasien sudah bisa digantikan dengan robot.

"Sehingga tenaga medis bisa mempunyai tenaga lebih dan mengurangi terjadinya penularan," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menambahkan, nilai ekonomi juga bisa didapatkan, karena jika memesan robot dari luar negeri biayanya hanya akan menguntungkan produsen luar negeri.

"Tak lupa nilai kebersamaan, bersama Pemprov (Jatim), ITS dan Unair bersama mengurangi penyebaran Covid-19," tandas Nuh.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Muhtadin salah satu tim peneliti robot dari ITS menjelaskan, robot ini bisa beroperasi bergantung pada koneksi Wireless Fidelity (Wifi). Dengan spesifikasi baterai 0,85 kWh, RAISA digadang-gadang mampu bertahan sekitar 8-10 jam.

"Uji coba juga sudah dilakukan. Sedangkan untuk menjaga kesterilannya juga bisa dilakukan dengan menggunakan disinfektan," papar Dosen Teknik Komputer ITS ini.

RAISA dikendalikan menggunakan remote control dari jarak jauh dengan joystick. Robot ini merupakan gabungan teknologi yang ada pada empat robot milik ITS sebelumnya, yaitu robot sepakbola beroda (Iris), robot kapal tanpa awak (Barunastra), robot humanoid (Ichiro) dan robot untuk Kontes Robot Indonesia (KRI).

Robot setinggi 1,5 meter ini dilengkapi dengan empat rak secara bersusun yang bisa membawa banyak barang maksimal 50 kilogram. Selain itu juga dilengkapi monitor untuk komunikasi dua arah antara tenaga medis dengan pasien menggunakan multimedia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.