Sabtu, 20 Jun 2026 07:28 WIB

Catut Nama MenPAN RB dan Kapolri, Tiga Penipu Perdaya Pendaftar AKPOL

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Tiga penipu yang mencatut Sespri dan Ajudan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) diringkus Satreskrim Polres Ngawi. Ketiga pelaku mengaku bisa meloloskan peserta Akademi Kepolisian (AKPOL).

Ketiga pelaku itu bernama Agus Eko Riswanto (33), Winarti (44) dan Kamsu (44). Ketiga pelaku bersekongkol menipu AL (45), warga Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

"Tiga pelaku telah terlibat dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan penipuan dengan mengaku orang dekat pejabat negara. Mereka mengaku bisa meloloskan anak korban masuk AKPOL. Korban sudah memberi uang Rp 40 juta dari kesepakatan Rp 70 juta kalau sudah lolos," terang Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto saat dihubungi jatimnow.com, Senin (13/4/2020).

Dicky menjelaskan, salah satu pelaku bernama Winarti adalah warga Jakarta Barat. Dalam aksinya Winarti yang sebenarnya lahir di Ngawi mengaku sebagai Asisten Pribadi MenPAN-RB Tjahjo Kumolo.

"Dari tiga pelaku, satu seorang wanita ber-KTP Jakarta tapi kelahiran Ngawi. Kepada masyarakat Ngawi, dia mengaku sebagai Asisten Pribadi MenPAN-RB," jelas Dicky.

Ia melanjutkan, dua pria pelaku lainnya mengaku sebagai anggota Polri berpangkat AKP dan juga mengaku sebagai orang dekat MenPAN-RB. Du pria itu adalah Agus, warga Jalan Nuri Barat, Kelurahan Donang, Kecamatan Cilacap Selatan, Kota Cilacap, Jawa Tengah. Agus mengaku sebagai Ajudan MenPAN-RB.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Sedangkan pelaku Kamsu adalah warga Candi 6, Jatiayu Karangrejo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dalam kelompok ini, ia berperan sebagai sopir. Padahal kedua pelaku pria itu bekerja serabutan.

"Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimkan karangan bunga mengatasnamakan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo," beber Dicky.

Karangan bunga kedukaan itu dikirim para pelaku saat kerabat korban meninggal dunia.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat menjelaskan, dari ketiga pelaku diamankan kartu identitas Polri dan Aspri MenPAN-RB palsu serta sebuah korek api berbentuk pistol.

Khoirul menambahkan, aksi penipuan itu dilakukan para pelaku pada Maret 2020. Ketiga pelaku sudah ditangkap dan ditahan serta dijerat Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.