Selasa, 16 Jun 2026 10:16 WIB

Fakta Lain di Balik Bidan Pelaku Aborsi di Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Minggu, 12 Apr 2020 18:57 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - SM (33) bidan asal Laren, Lamongan yang ditangkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya akibat lantaran terlibat aborsi, ternyata tidak memiliki izin praktik kebidanan alias ilegal.

Namun, praktik aborsi bidan yang tinggal di Sambikerep, Surabaya itu cukup dikenal di kalangan anak muda. Setiap ada pasien baru yang menginginkan aborsi, sering diarahkan untuk menghubungi SM.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Yang bersangkutan ini tidak buka praktik bidan. Tapi kalau ada yang minta aborsi dia layani. Jadi dia tidak punya praktik izin alias ilegal," jelas PS Kanit PPA Polrestabes Surabaya, Iptu Harun, Minggu (12/4/2020).

Saat diperiksa penyidik, bidan SM mengaku melayani aborsi karena merasa kasihan dengan remaja yang hamil di luar nikah. Hampir semua pasien yang ditanganinya merupakan remaja yang hamil, tetapi pacarnya enggan bertanggungjawab untuk menikahi.

Baca juga:  

"Pada prinsipnya kemanusiaan saja. Dia melihat anak muda yang pacarnya tidak bertanggungjawab lalu hamil di luar nikah, tersangka ini merasa kasihan," jelas Harun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Penyidik Unit PPA juga sudah mengonfirmasi izin praktik SM ke Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Hasilnya, SM tidak pernah mengantongi izin praktik sebagai bidan.

Praktik aborsi itu dilakukan SM dengan cara berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel. Perempuan berjilbab itu juga mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya bekerja sebagai bidan di Surabaya. Orangtuanya percaya begitu saja. Mereka tidak pernah mengetahui kalau SM sebenarnya hanya membuka praktik aborsi.

"Keluarganya tahunya dia itu seorang bidan. Tidak tahu kalau dia melayani aborsi. Karena rumahnya itu di kampung, jauh, tidak tahu aktivitas anaknya di sini," tandas Harun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Bidan SM sudah membuka praktik aborsi itu sejak Tahun 2019. Setiap bulan, selalu ada pasien dengan obat penggugur janin yang ia sediakan dengan harga tertentu.

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar praktik aborsi akhir Maret 2020. Selain sang bidan, penyidik juga menetapkan pasangan kekasih, Mz (33) dan remaja perempuan berumur 17 tahun, keduanya asal Surabaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.