Sabtu, 20 Jun 2026 22:24 WIB

Wabah Virus Corona

Mata Pria di Surabaya Jadi Rabun, Istri Sebut akibat Kena Disinfektan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 10 Apr 2020 22:05 WIB
Nanang Suyono saat menunjukkan mata kirinya yang mendadak rabun (Foto-foto: Istimewa)
Nanang Suyono saat menunjukkan mata kirinya yang mendadak rabun (Foto-foto: Istimewa)

jatimnow.com - Nanang Suyono tidak akan menyangka jika penglihatannya akan terganggu setelah ia terkena cairan disinfektan. Kini, pria 50 tahun asal Jalan Simo Jawar, Sukomanunggal, Surabaya itu mata kirinya mengalami rabun.

Yuliani (43) istri Nanang bercerita jika penglihatan di mata kiri suaminya mulai terganggu sesaat setelah terkena semprotan cairan disinfektan dari sebuah mobil tangki. Nanang terkena semprotan disinfektan saat melintas di Jalan Sememi, Surabaya pada 1 April 2020.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Awal bulan kemaren. Pas gencar-gencarnya penyemprotan disinfektan. Mobilnya mobil tangki itu, yang biasa dipakai menyemprot taman," ungkap Yuliani saat dikonfirmasi jatimnow.com, Jumat (10/4/2020) malam.

Menurut Yuliani, sesaat terkena cairan disinfektan, mata suaminya hanya merasakan perih.

Nanang Suyono menunjukkan hasil periksa matanya ke seorang dokter spesialisNanang Suyono menunjukkan hasil periksa matanya ke seorang dokter spesialis

"Setelah terkena semprotan, suami saya perih sebentar, dianggap tidak ada masalah, menepi dan membersihkan matanya terus lanjut jalan, tidak kefikiran kalau bakalan akan kejadian seperti ini," tutur Ibu dua anak ini.

Menurut Yuliani, peristiwa itu memang tidak ada videonya karena suaminya harus segera bekerja di perusahaan tekstil di kawasan Surabaya barat.

"Memang suami saya berobat pakai BPJS yang iurannya kami bayar sendiri. Cuman masalahnya itu kan organ vital, jadi tidak bisa dinilai dengan uang berapapun. Kalau seumpamanya terjadi benar-benar tidak bisa kembali, kemungkinan terburuk, kan tidak bisa dinilai dengan uang," paparnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Masih kata Yuliani, sampai di rumah, suaminya mencoba untuk melihat handphone, tapi penglihatannya mulai buram atau kabur. Sekitar beberapa menit bahkan mata suaminya seperti buta, tidak bisa melihat sama sekali. Setelah kembali dibersihkan, mata kirinya buram.

"Paginya kemudian kami periksakan ke dokter umum, terus diberikan rujukan ke dokter spesialis mata. Dari hasil pemeriksaan itu, dokter mendiagnosis ada pembuluh darah di mata kiri suami saya yang pecah karena ada darah tinggi. Tapi suami saya membantah. Karena selama ini suami saya tidak pernah merasa punya riwayat penyakit apa-apa termasuk darah tinggi hingga sakit mata," tambah Yuliani.

Nanang Suyono menunjukkan mata kirinya yang mendadak rabunNanang Suyono menunjukkan mata kirinya yang mendadak rabun

Sekilas, saat dilihat mata kiri Nanang memang seperti mata orang normal pada umumnya. Namun menurut Yuliani, mata kiri suaminya itu sudah tidak bisa melihat dengan normal. Dan saat ini, hanya mata kanannya yang bisa melihat dengan normal.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya berharap, petugas yang menyemprotkan disinfektan sebaiknya memberikan pengumuman terlebih dahulu saat melakukan penyemprotan. Seperti mengimbau untuk menutup kaca helm atau menutup kedua mata, agar warga lainnya tak menjadi korban seperti suami saya," sambung Yuliani.

Ia melanjutka, peristiwa yang menimpa suaminya itu bahkan sudah ia posting ke media sosial sebagai pelajaran bagi semua warga. Selain itu ia berharap pihak berwenang yang saat itu melakukan penyemprotan disinfektan untuk memberikan perhatian serta meminta maaf.

"Kita sudah share di Facebook, kok belum ada respon. Kenapa ya. Saya khawatir ini terabaikan karena pihak berwenang terlalu sibuk mengurusi masalah Covid-19 ini," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.