Minggu, 14 Jun 2026 15:31 WIB

Polisi Angkut Pemain Arema Pakai Barracuda Usai Melawan Persebaya

Mobil barracuda mengangkut pemain dan official Arema dari Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Mobil barracuda mengangkut pemain dan official Arema dari Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

jatimnow.com - Polisi gunakan dua mobil lapis baja (barracuda) untuk mengangkut pemain Arema FC usai berlaga melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (6/5/2018).

Hal ini dilakukan untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan buruk mengingat tingginya rivalitas antara Persebaya dengan Arema.

Baca Juga: Ernando Ari Tandatangani Kontrak Panjang Bersama Persebaya Surabaya, Ini Alasannya

Dari pantauan jatimnow.com, dua mobil andalan pengurai massa itu sudah berada di sebelah barat pintu keluar pemain. Setengah jam kemudian, pasukan Brimob bermotor berada di depannya, dan disusul mobil patwal dari depan maupun belakang.

"Langkah itu kami lakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan saat ditemui usai pertandingan.

Tidak cukup disitu, antisipasi Polrestabes Surabaya untuk tetap menjaga kondusifitas dua kota (Surabaya dan Malang), yakni berkomunikasi dengan Kapolres Malang usai laga Persebaya vs Arema.

Baca Juga: Tavares Puji Loyalitas Rivera, Yakin Jadi Kunci Persebaya Surabaya Musim Depan

"Saya sudah komunikasi sama Kapolres Malang, hati-hati ini Arema kalah, jangan sampai ada razia mobil plat L di Malang. Itu sudah saya komunikasikan dengan Kapolresnya," kata Rudi.

Kapolrestabes yang baru saja memperoleh tiga penghargaan ini tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondusifitas Kota Surabaya. Karena menurut Rudi, kondisi keamanan menjadi prasyarat bagi sebuah kota untuk bisa membangun dan mensejahterakan warganya.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

"Kalau kondisi tak aman, maka mustahil bisa membangun kota maupun mensejahterakan masyarakatnya. Karena itu saya selalu menggelorakan hashtag #JogoSuroboyo agar semuanya memiliki  tanggung jawab menjaga kotanya," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.