Kamis, 18 Jun 2026 23:43 WIB

Emak-emak di Ponorogo Jadi Korban Gendam, Dua Pelaku Ngaku dari Dinkes

Korban menceritakan peristiwa gendam yang dialaminya
Korban menceritakan peristiwa gendam yang dialaminya

jatimnow.com - Sinarwati, warga Desa Wilangan, Kecamatan Sambit menjadi korban gendam oleh dua orang yang terdiri dari seorang pria dan satu wanita yang mengaku sebagai petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo.

Kedua pelaku itu memanfaatkan wabah Virus Corona (Covid-19) dan beralasan akan memberikan masker gratis kepada emak-emak yang berusia 45 tahun itu. Korban yang digendam kemudian menyerahkan harta bendanya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno mengatakan korban yang sedang mengupas jagung di teras depan rumah didatangi oleh dua orang tidak dikenal dan menawarkan masker gratis dari Dinkes Ponorogo.

"Mereka terdiri dari wanita dan laki-laki dengan mengenakan pakaian yang meyakinkan. Katanya mau membagikan masker gratis," terang dia, Rabu (8/4/2020).

Dari pengakuan korban, kedua pelaku kemudian menepuk lengan Sinarwati.

"Kedua pelaku kemudian bilang tas-tas. Tidak lama korban kemudian memberikan tas miliknya," kata mantan Kapolsek Ngrayun itu.

Dalam tas itu, korban menyebut ada uang Rp 500 ribu. Selain tas, korban juga menyerahkan cincin yang dipakainya dengan berat 2 gram.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Modusnya gendam dengan memanfaatkan situasi seperti saat ini," ujarnya.

Korban sendiri mengaku tidak mengetahui identitas dan ciri-ciri pelaku. Yang diingat hanya warna baju yang dikenakan oleh pelaku dan mereka mengenakan masker medis dan tidak dicopot.

"Tidak ada yang tahu dan masyarakat sekitar juga tidak tahu karena lokasi rumah korban berada di dalam gang," lanjutnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang tidak dikenal.

"Kalau pembagian kan seharusnya perangkat desa. Kalau tidak kenal, mending ditolak saja," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.