Rabu, 17 Jun 2026 21:30 WIB

Cerita Terbongkarnya Praktik Aborsi Seorang Bidan di Surabaya

Ilustrasi identifikasi penemuan bayi (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi identifikasi penemuan bayi (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya terus mendalami kasus aborsi yang melibatkan seorang tenaga kesehatan atau bidan berinisial SM (31), yang tinggal di Kecamatan Lakarsantri, Kota Pahlawan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran melalui Wakasat Reskrim Kompol Ardian Satrio Utomo menyebut, dalam pemeriksaan lanjutan SM mengakui bahwa ada pasien yang ingin janinnya digugurkan, ia memilih tempat netral.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Jadi praktiknya dilakukan dengan menyewa salah satu kamar hotel," terang Ardian, Senin (6/4/2020).

Praktik terakhir yang ia lakukan yaitu pada pasien perempuan yang masih berusia 17 tahun. Atas penangkapan perempuan muda asal Mulyorejo, Surabaya bersama Mz (32) pacarnya itulah, praktik kotor SM terbongkar.

Baca juga:  Praktik Aborsi Melibatkan Seorang Bidan di Surabaya Dibongkar

"Kami awalnya mendapatkan informasi dari sebuah rumah sakit kalau ada pasien perempuan yang habis bersalin tidak normal. Dari informasi itu kami interogasi sang pasien dan pacarnya hingga kita temukan bidan yang melukan aborsi tersebut," jelas Ardian.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Alumni AKPOL Tahun 2006 ini menambahkan, di hotel yang disepakati, SM memberikan infus dan obat bius serta obat pendorong agar janin di dalam rahim bisa keluar. Namun saat itu hanya darahnya saja yang keluar.

"Tiga hari kemudian, janin itu keluar dalam kondisi meninggal dunia," tambahnya.

Setelah itu, perempuan berusia 17 tahun itu menghubungi Mz kekasihnya agar mengubur janinnya setelah dimasukkan tas plastik. Namun oleh Mz, jasad janin itu malah dibuang ke sungai di daerah Jalan Ir H Soekarno (MERR) Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jasad janin itu belum ditemukan sampai hari ini," ujar Ardian.

Ardian juga menyampaikan bahwa bidan SM mengaku tidak hanya sekali itu melakukan tindakan aborsi. SM bahkan mengaku setiap bulan selalu mendapatkan pasien. Namun keterangan itu masih terus didalami.

"Bidan ini tidak menyediakan tempat pemakaman janin yang digugurkannya. Tapi semua jasad janin yang berhasil diaborsi menjadi tanggunjawab pasiennya, di mana akan dimakamkan," tandas Ardian.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.