Rabu, 17 Jun 2026 10:24 WIB

Ditemukan Puluhan Laporan Palsu Virus Corona di Surabaya

Aplikasi deteksi dini Pemkot Surabaya lawan Covid-19
Aplikasi deteksi dini Pemkot Surabaya lawan Covid-19

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Pahlawan agar bijak menggunakan aplikasi deteksi dini pada laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id.

Bila data yang diisikan tidak benar atau hanya sekadar iseng, pengguna tersebut bisa diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M Fikser mengatakan pihaknya menyayangkan tindakan masyarakat yang hanya sekadar iseng atau main-main dalam menggunakan aplikasi deteksi dini.

Sebab, data informasi yang disampaikan pengguna melalui aplikasi tersebut, menjadi dasar pemerintah dalam mengambil tindakan ke depan.

"Kita sayangkan ya yang terjadi, karena aplikasi Lawan Covid-19 yang kita buat bukan sekadar aplikasi main-main atau informasi biasa. Tapi ini kita coba memberikan keterangan yang jelas lalu tindakan pemerintah seperti apa," kata Fikser di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Kamis (26/3/2020).

Ia menjelaskan, layanan pada aplikasi tersebut sebagai upaya deteksi dini Covid-19 dengan melibatkan masyarakat. Karena itu, dalam laman tersebut terdapat disclaimer yang mewajibkan pengguna mengisi form dengan benar.

"Di situ kan bila kita isi ada disclaimer, minta kepada yang bersangkutan harus jujur dan benar mengisi data-data. Karena data ini itu secara rahasia buat Dinas Kesehatan juga," ujarnya.

Apalagi, kata Fikser, saat ini situasinya sudah tidak seperti biasa atau dalam keadaan darurat. Karena itu, pihaknya berharap warga mempunyai kesadaran yang tinggi, jujur dalam mengisi form yang tersedia pada aplikasi tersebut.

Pasalnya, jawaban yang diisi oleh pengguna aplikasi itu akan diikuti tindakan petugas di lapangan.

"Kalau diisi benar semua sesuai dengan mengarah ke hal tertentu, maka teman-teman Dinas Kesehatan akan melakukan pengecekan ke rumah, benar tidak apakah ada yang seperti itu. Namun, ternyata ada yang hanya sekadar main-mainan, ini kan sangat disayangkan," terangnya.

Pejabat kelahiran Serui Papua ini kembali menegaskan dalam kondisi seperti ini, jangan malah membuat informasi yang tidak benar.

Apalagi, saat ini jumlah petugas kesehatan juga terbatas. Sebab mereka juga harus membagi waktu untuk merawat yang lain.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Ternyata ada yang hanya sekadar main-main, ini sangat disayangkan. Dan isinya memang ada yang ayu ting-ting (alamat palsu) atau hanya main-main, hanya ingin tahu pemerintah serius atau tidak," kata Fikser.

Namun begitu, Fikser juga berharap, ketika seseorang melakukan upload sesuatu di media sosial atau internet terkait dengan kebijakan pemerintah, sebaiknya tidak main-main dengan informasi yang dia sampaikan.

"Jadi ini jangan dijadikan permainan, kasihan sekali karena teman-teman puskesmas harus turun ke lapangan untuk mengecek ternyata hanya sekadar iseng," ujarnya.

Untuk itu, pria yang pernah menjabat Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya ini menyatakan, ke depan bakal mengambil langkah tegas bagi mereka yang sekadar iseng atau menyampaikan informasi palsu dalam laman aplikasi deteksi dini tersebut.

Tindakan tegas tersebut, sebagai langkah untuk menekan informasi hoaks agar tidak beredar luas di masyarakat.

"Ini kita lagi rekab apa saja yang lapor, kita akan konsultasikan dengan Bagian Hukum, kita akan ambil langkah-langkah seperti apa yang begini-begini," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya kembali mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan layanan aplikasi deteksi dini itu. Jika informasi yang disampaikan benar, pihaknya memastikan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Kalau memang benar pasti kita tindaklanjuti. Buktinya kan teman-teman kecamatan, puskesmas itu datang. Namun ternyata jawabannya bermacam-macam," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menambahkan, meski data yang diisikan dalam aplikasi Lawan Covid-19 dijaga kerahasiaannya, namun masyarakat juga diwajibkan agar mengisi dengan benar.

Hingga saat ini, ada 590 informasi yang diterima dan telah dikroscek di lapangan. Namun dari jumlah itu, 67 informasi ternyata tidak benar.

"67 ini setelah dicek oleh Dinkes, ada yang mengaku iseng coba-coba, ada yang alamatnya setelah didatangi ternyata bukan di sana. Ada juga yang ngakunya diisian web habis bepergian, ternyata tidak kemana-mana," kata Febria sapaan lekatnya.

Bahkan, Febria mengungkapkan, dari 67 informasi yang diterima pada aplikasi deteksi dini, belum termasuk dengan data-data yang diisi oleh pengguna kurang lengkap. Misalnya saja, pengguna tersebut hanya mengisi nama atau alamat.

"Jadi sebenarnya yang coba-coba itu lebih dari 67, tapi sudah didelete (hapus) otomatis. Nah, yang 67 itu isian datanya lengkap tapi setelah dicek Dinkes, ternyata ditelpon tidak bisa, didatangi alamatnya bukan di situ, dan sebagainya," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.