Rabu, 17 Jun 2026 13:24 WIB

Wabah Virus Corona

Teleconference, Wali Kota Risma Pimpin Rapat Perekonomian Surabaya

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memimpin rapat koordinasi melalui teleconference
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memimpin rapat koordinasi melalui teleconference

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memimpin rapat koordinasi melalui teleconference terkait perekonomian Kota Pahlawan di tengah wabah Virus Corona (Covid-19), Kamis (26/3/2020).

Rapat koordinasi itu diikuti oleh APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Jawa Timur, APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), pihak Gojek dan Grab, para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran kepolisian.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Wali Kota Risma meminta semua pihak untuk bersama-sama melakukan social distancing dan bersama-sama menjaga profesionalismenya masing-masing.

Ia juga meminta kepada para pengusaha itu untuk membuat video cuci tangan atau pakai hand sanitizer lalu diupload ke media sosial mereka masing-masing.

"Hal ini penting untuk bersama-sama menjaga kepercayaan dan profesionalisme kita," kata Wali Kota Risma saat teleconference.

Wali Kota Risma juga mendengarkan penjelasan kondisi perekonomian Surabaya dilihat dari berbagai bidang.

Ia juga mendengarkan keluh kesah para pengusaha itu dan langsung mengambil kebijakan apabila keperluan itu ada di ranah pemkot.

Wali Kota Risma juga meminta driver gojek dan grab tidak perlu masuk ke dalam mal untuk membelikan orderan costumer.

Ia berharap pihak mal menyediakan semacam lemari atau rak di luar gedung yang bisa dijadikan tempat pesanan costumer ojek online.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

"Nantinya, driver Gojek dan Grab cukup mengambil di lemari itu dan selanjutnya dibawa masuk ke bilik sterilisasi yang sudah disediakan pemkot. Lalu sampai ke rumah costumer juga pakai hand sanitizer, sehingga ini bisa menjaga kepercayaan masyarakat," jelasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga meminta pihak pengusaha kuliner atau pun makanan untuk terus berinovasi di tengah wabah Covid-19 ini.

Menurutnya, kondisi sekarang ini jauh berbeda dari kondisi biasanya, makanya dituntut ada sinergi dan inovasi sebanyak mungkin.

"Kita tidak boleh menyerah dan putus asa untuk menghadapi ini semua. Tidak mungkin Tuhan hanya memberikan kesulitan. Pasti di balik kesulitan itu, Tuhan memberikan kebahagiaan. Hanya orang-orang yang mau berjuang yang menjadi pemenang. Jadi ayo jangan menyerah dan bekerja keras, ayo berinovasi terus menerus," pintanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, M Fikser mengatakan rapat teleconference ini pertama yang dilakukan Wali Kota Risma selama mewabahnya Virus Covid-19. Rapat via teleconference itu menggunakan video call dengan aplikasi zoom.

Baca Juga: Survei Konsumen BI Kediri: Keyakinan Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat

"Kita rapat tentang kondisi perekonomian Surabaya. Bu Wali (Wali Kota Risma) diskusi dengan mereka tentang kondisi terakhir perekonomian Surabaya, termasuk pula apa saja yang dilakukan oleh pihak-pihak ini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan kebijakan apa saja yang dibutuhkan untuk membantu mereka di tengah mewabahnya virus Covid-19 ini," kata dia.

Menurut Fikser, rapat koordinasi menggunakan teleconference itu merupakan salah satu upaya Pemkot Surabaya dalam mengurangi pertemuan dan kontak fisik yang saat ini terus dibatasi.

Kedepannya, rapat-rapat dengan OPD akan menggunakan aplikasi ini untuk meminimalisir pertemuan atau kontak fisik.

"Apalagi ini kan bisa diikuti oleh 100 orang, sehingga ke depannya akan kita atur seperti ini hingga akhirnya kondisi Surabaya normal kembali," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.