Sabtu, 20 Jun 2026 05:30 WIB

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemkot Surabaya Produksi Hand Sanitizer

Hand sanitizer produksi Dinas Kesehatan Kota Surabaya
Hand sanitizer produksi Dinas Kesehatan Kota Surabaya

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memproduksi hand sanitizer sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Produk ini akan dibagikan ke tempat umum untuk melindungi warga meski virus ini belum ditemukan di Kota Pahlawan ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, saat ini timnya telah memproduksi sekitar 450 liter hand sanitizer. Selain dibagi-bagikan ke tempat umum, produk itu juga dibagi di lingkungan Pemkot Surabaya maupun tempat-tempat pelayanan umum.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Menurutnya, inovasi ini dibuat sejak cairan yang berfungsi untuk membunuh bakteri itu sulit didapatkan di pasaran.

"Adanya kesulitan dalam pengadaan hand sanitizer. Makanya kami melakukan produksi sendiri hingga saat ini masih terus memproduksi," kata Feny-sapaan akrab Febria Rachmanita, Minggu (15/3/2020).

Feny menambahkan, terhitung sejak awal Maret 2020, cairan antiseptik atau disinfektan yang berfungsi sebagai pembunuh virus dan bakteri itu mulai susah dicari. Sejak itulah mulai dilakukan uji mikrobiologi dan terbukti tidak ditemukan pertumbuhan kuman.

"Awalnya kami buat 5 liter dahulu tanggal 7 Maret 2020," ujar Feny.

Dinkes Surabaya memproduksi hand sanitizerDinkes Surabaya memproduksi hand sanitizer

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Hand sanitizer ini, lanjut Feny, dibuat di RSUD Soewandhie dan dikerjakan oleh tenaga ahli tim farmasi. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan BPOM, bahwa hand sanitizer yang diproduksi dapat digunakan asal tidak diperjualbelikan.

"Kami sebar di tempat umum gratis tidak dipungut biaya sepeser pun. Seperti di Mal Pelayanan Publik Siola, kantor pelayanan kecamatan, kelurahan, taman, balai kota, sekolah dan tempat wisata yang dikelola Pemkot Surabaya," jelasnya.

Sementara Kepala Seksi Penunjang Medik RSUD Soewandhie Surabaya Nevi Rahmi Alfiasari menambahkan, masa expired hand sanitizer itu berdasarkan beyond used date (BUD). Artinya tanggal yang ditetapkan pada produk tersebut yaitu satu bulan setelah tanggal diproduksi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Nevi menjelaskan bahwa formula hand sanitizer ini terdiri dari alkhohol 96 persen, H202 3 persen, glycerol dan aquadest ad. Selain itu, komposisi hand sanitizer ini sesuai dengan formula yang direkomendasi oleh WHO.

"Dengan konsentrasi akhir mengandung alkohol 80 persen, glycerin dan H2O2," paparnya.

Meski begitu Nevi menyebut bahwa produk hand sanitizer ini tidak dapat digunakan untuk membersihkan kotoran. Sebab fungsinya untuk membunuh virus dan bakteri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.