Sabtu, 20 Jun 2026 13:28 WIB

Aksi Teatrikal Sepakbola di Sedimentasi Sungai Kalimas Surabaya

Teatrikal sepakbola di sedimentasi Sungai Kalimas Surabaya
Teatrikal sepakbola di sedimentasi Sungai Kalimas Surabaya

jatimnow.com - Aksi teatrikal 5 mahasiswa perwakilan Muhamadiyah Jawa Timur berlangsung di Sungai Kalimas Surabaya, Sabtu (14/3/2020).

Mereka melakukan tetrikal bermain sepakbola di sedimentasi pasir yang mengendap di Sungai Kalimas tepat dibawah jembatan kawasan Jalan Pemuda Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Teatrikal itu dilakukan sebagai upaya mengingatkan pemerintah daerah sebagai pihak yang berwenang menjaga keadaan sungai dan biotanya agar tetap terjaga.

"Kenapa kami bermain sepakbola di sini karena tepat Tahun 2021 nanti kota Surabaya ini sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Jadi selain kita memiliki lapangan yang bagus, juga memiliki sungai yang dapat digunakan sebagai penunjangnya," jelas korlap aksi, Muhammad Angga Alfarizy.

Menurut mahasiswa asal Muhammadiyah Gresik itu, seharusnya Sungai Kalimas itu tidak ada sedimentasi agar menjadi destinasi wisata supaya mampu menjamu para tamu asal luar negeri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jika tidak ada sedimentasi itu, maka mampu menjadi destinasi wisata air bagi Kota Surabaya. Terlebih pintu air di jembatan ini merupakan peninggalan sejarah dan harus dirawat," ujarnya.

Dewan Pembina Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) PW Jatim, Ali Yusa mengatakan terlihatnya sedimentasi di sungai yang berada di tengah Kota Surabaya ini merupakan kejadian yang sangat ironi.

"Seharusnya pemerintah dan operator air sungai hendaknya melakukan pengerukan sebagai upaya penjagaan segi baku mutu air," kata pria yang juga menjabat Pengurus Forum Maritim Jatim itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurutnya, Sungai Kalimas sebagai sungai utama untuk menampung aliran air dari seluruh pemukiman penduduk.

"Sedimen tinggi, keadaan air bagaimana pasti butek kan. Jadi menjaga baku mutu air mungkin hendaknya yang berwenang menjaganya, entah itu dengan mengeruknya atau bagaimana. Tapi kejadian ini terjadi di sungai-sungai di Jawa Timur jika itu terjadi maka bisa dibilang buruk," tukas Ali Yusa yang juga menjabat sebagai Kajur Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.