Senin, 22 Jun 2026 16:43 WIB

Wali Kota Risma Terima Gelar Bangsawan dari Keraton Solo

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima gelar bangsawan dari Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima gelar bangsawan dari Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima gelar Bangsawan atau Kanjeng Mas Ayu dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo atas prestasinya sebagai kepala daerah, Rabu (4/3/2020).

Prosesi pemberian gelar berjalan lancar dan khidmat. Prosesi dimulai dengan keluarnya Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII dari Dalem Ageng Prabasuyasa menuju Sasana Sewaka tempat berlangsungnya pemberian gelar.

Baca Juga: Pilihan Pembaca: Gelar Kebangsawanan, Maling Diamuk Massa, Sindikat Narkoba

Sesuai Surat Putusan nomor PB XIII.A3.001.2020 Wali Kota Risma mendapat gelar kehormatan Kanjeng Mas Ayu Dr (HC) Ir. Tri Rimaharini Kelaswari, M.T.

Gelar tersebut membuat Wali Kota Risma menjadi kerabat dekat keraton. Sebab gelar itu termasuk gelar kekerabatan level tinggi yang masuk pada golongan Sentana Riya Inggil.

"Kalau masih ada nama Kanjeng Mas Ayu Tumenggung itu masih abdi dalem. Tapi kalau sudah Kanjeng Mas Ayu itu sudah pangkat bangsawan dan dianggap famili raja, wonten bentenipun nggih (ada bedanya ya)," ujar Staf Kasentanan Keraton Surakarta, Kanjeng Raden Mas Panji Kusomo kepada wartawan.

Dia menambahkan, pemberian gelar kepada Wali Kota Risma itu juga atas dasar penilaian wali kota yang berprestasi.

Baca Juga: KH Ach Fauzan Asal Sampang Dapat Gelar Kebangsawanan dari Keraton Surakarta

"Bu Risma dianggap wali kota yang berprestasi, mungkin penilaian itu yang menjadi dasar untuk pemberian gelar itu," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sempat takut dan khawatir atas pemberian gelar tersebut. Sebab dirinya adalah orang Surabaya yang selama ini terkenal dengan bahasa Jawa yang cenderung kasar, berbeda jauh dengan warga Solo dengan bahasa Jawanya yang halus.

"Saya menyadari itu. Tapi dari pihak sini (Keraton Solo) menghubunginya terus. Sudah lama sekitar dua bulan lalu. Mestinya gelar diberikan tanggal 20 Februari lalu. Sinuwun tahu kalau saya di Solo hari ini sehingga disampaikan," ujar Wali Kota Risma.

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dianugerahi Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta

Selain itu, ia mengaku tidak pernah bermimpi dan membayangkan akan mendapat gelar bangsawan dari Keraton Solo.

"Saya senang, saya tidak pernah mimpi dan membayangkan dapat gelar ini. Apalagi saya jadi kerabat di sini jadi lebih dekat," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.