Rabu, 22 Jul 2026 22:55 WIB

Lagu Corona Jadi Polemik, Penyanyi hingga Label Minta Maaf

Artis dangdut pelantun lagu Corona, Alvi Ananta dan perwakilan Samudra Record Angga (kanan)
Artis dangdut pelantun lagu Corona, Alvi Ananta dan perwakilan Samudra Record Angga (kanan)

jatimnow.com - Wabah Virus Corona dimanfaatkan artis dangdut asal Banyuwangi, Alvi Ananta membuat sebuah berjudul Corona yang diplesetkan menjadi Comunitas Rondo Merana.

Video lagu Corona yang diunggah 27 Februari 2020 ke media sosial itu diprotes oleh warganet. Beberapa elemen masyarakat hingga netizen bahkan mengecam lirik lagu tersebut. Berselang 48 jam, video lagu itu di Youtube akhirnya dicopot.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

"Saya sebelumnya minta permohanan maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyaksikan video saya," tutur Alvi, pedangdut asal Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu, Senin (3/3/2020) malam.

Menurut Alvi, sebagai artis dia hanya bisa menjalankan kewajiban dari pihak Label Samudra Record yang telah terikat kontrak melalui manajemennya menyanyikan lagu Corona.

"Jadi manajemen saya yang sudah mengikat dengan Label (Samudra Record). Dan selebihnya saya kembalikan ke Label beserta manajemen," ujar Alvi.

Video lagu Corona yang sempat diposting di media sosialVideo lagu Corona yang sempat diposting di media sosial

Perwakilan Samudra Record, Angga Samudra juga meminta permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa dikecewakan atau tersinggung atas konten video lagu Corona.

"Kami merilis tidak ada niatan melecehkan ataupun menyudutkan pihak-pihak tertentu, hanya semata-mata untuk membuat hiburan, mungkin dengan judul Corona," ungkap Angga.

Menurut Angga, tujuan membikin lagu tersebut agar masyarakat tidak terlalu tegang atas mewabahnya Virus Corona yang sudah menyebar di berbagai negara di dunia.

"Kami tidak mau berkelanjutan. Kami juga telah menghapus dari akun kami kurang dari 48 jam setelah naik," tegasnya.

Sebelumnya, Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi, melayangkan somasi kepada penyanyi, pencipta lagu dan produser lagu Corona. Somasi itu diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Perwakilan Keluarga Migran Indonesia (KAMI) saat melayangkan somasi atas lagu Corona di Kantor Disbudpar BanyuwangiPerwakilan Keluarga Migran Indonesia (KAMI) saat melayangkan somasi atas lagu Corona di Kantor Disbudpar Banyuwangi

"Karena yang menciptakan, menyanyikan dan mengupload ke medsos orang Banyuwangi ini sangat memalukan. Makanya kita minta mereka mempertanggungjawabkan," jelas Ketua KAMI Banyuwangi, Ahmad Kholik, Senin (2/3/2020) siang.

Mereka meminta kepada penyanyi, pencipta lagu dan produser musik untuk meminta maaf kepada publik atas lagu Corona yang dinilai menyakiti banyak pihak.

"Segara meminta maaf. Karena ini sangat meresahkan masyarakat khususnya para TKI mereka malu dengan hal itu," ucapnya.

Sementara Presidium KAMI Jawa Timur Krisna Adi meminta kepada masyarakat yang mengunggah lagu Corona ke media sosial untuk menghapusnya. Dengan menghapus lagu itu, kata Krisna, sebagai bentuk empati kepada pekerja migran yang saat ini berada di negara endemik corona.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Alangkah baiknya dihapus. Karena lagu itu sangat menyakiti para tenaga kerja migran Indonesia khususnya Banyuwangi," tambahnya.

Menanggapi itu, Kepala Disbudpar Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengatakan agar polemik lagu yang menyinggung masyarakat dan tenaga migran bisa segera selesai.

"Kita akan segera memanggil keduanya untuk menanggapi somasi terkait lagu Corona," jelas MY Bramuda.

Disbudpar, lanjut Bramuda, juga akan mengundang Dewan Kesenian Blambangan (DKB) untuk menyelesaikan polemik akibat beredarnya lagu Corona ini.

"Kita akan juga berkoordinasi dengan DKB yang merupakan lembaga penilai keetisan lagu, budaya dan kesenian Banyuwangi. Kami harap segera selesai masalah ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.