Minggu, 07 Jun 2026 11:25 WIB

Lagu Corona Jadi Polemik, Penyanyi hingga Label Minta Maaf

Artis dangdut pelantun lagu Corona, Alvi Ananta dan perwakilan Samudra Record Angga (kanan)
Artis dangdut pelantun lagu Corona, Alvi Ananta dan perwakilan Samudra Record Angga (kanan)

jatimnow.com - Wabah Virus Corona dimanfaatkan artis dangdut asal Banyuwangi, Alvi Ananta membuat sebuah berjudul Corona yang diplesetkan menjadi Comunitas Rondo Merana.

Video lagu Corona yang diunggah 27 Februari 2020 ke media sosial itu diprotes oleh warganet. Beberapa elemen masyarakat hingga netizen bahkan mengecam lirik lagu tersebut. Berselang 48 jam, video lagu itu di Youtube akhirnya dicopot.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Saya sebelumnya minta permohanan maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyaksikan video saya," tutur Alvi, pedangdut asal Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu, Senin (3/3/2020) malam.

Menurut Alvi, sebagai artis dia hanya bisa menjalankan kewajiban dari pihak Label Samudra Record yang telah terikat kontrak melalui manajemennya menyanyikan lagu Corona.

"Jadi manajemen saya yang sudah mengikat dengan Label (Samudra Record). Dan selebihnya saya kembalikan ke Label beserta manajemen," ujar Alvi.

Video lagu Corona yang sempat diposting di media sosialVideo lagu Corona yang sempat diposting di media sosial

Perwakilan Samudra Record, Angga Samudra juga meminta permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa dikecewakan atau tersinggung atas konten video lagu Corona.

"Kami merilis tidak ada niatan melecehkan ataupun menyudutkan pihak-pihak tertentu, hanya semata-mata untuk membuat hiburan, mungkin dengan judul Corona," ungkap Angga.

Menurut Angga, tujuan membikin lagu tersebut agar masyarakat tidak terlalu tegang atas mewabahnya Virus Corona yang sudah menyebar di berbagai negara di dunia.

"Kami tidak mau berkelanjutan. Kami juga telah menghapus dari akun kami kurang dari 48 jam setelah naik," tegasnya.

Sebelumnya, Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi, melayangkan somasi kepada penyanyi, pencipta lagu dan produser lagu Corona. Somasi itu diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Perwakilan Keluarga Migran Indonesia (KAMI) saat melayangkan somasi atas lagu Corona di Kantor Disbudpar BanyuwangiPerwakilan Keluarga Migran Indonesia (KAMI) saat melayangkan somasi atas lagu Corona di Kantor Disbudpar Banyuwangi

"Karena yang menciptakan, menyanyikan dan mengupload ke medsos orang Banyuwangi ini sangat memalukan. Makanya kita minta mereka mempertanggungjawabkan," jelas Ketua KAMI Banyuwangi, Ahmad Kholik, Senin (2/3/2020) siang.

Mereka meminta kepada penyanyi, pencipta lagu dan produser musik untuk meminta maaf kepada publik atas lagu Corona yang dinilai menyakiti banyak pihak.

"Segara meminta maaf. Karena ini sangat meresahkan masyarakat khususnya para TKI mereka malu dengan hal itu," ucapnya.

Sementara Presidium KAMI Jawa Timur Krisna Adi meminta kepada masyarakat yang mengunggah lagu Corona ke media sosial untuk menghapusnya. Dengan menghapus lagu itu, kata Krisna, sebagai bentuk empati kepada pekerja migran yang saat ini berada di negara endemik corona.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Alangkah baiknya dihapus. Karena lagu itu sangat menyakiti para tenaga kerja migran Indonesia khususnya Banyuwangi," tambahnya.

Menanggapi itu, Kepala Disbudpar Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengatakan agar polemik lagu yang menyinggung masyarakat dan tenaga migran bisa segera selesai.

"Kita akan segera memanggil keduanya untuk menanggapi somasi terkait lagu Corona," jelas MY Bramuda.

Disbudpar, lanjut Bramuda, juga akan mengundang Dewan Kesenian Blambangan (DKB) untuk menyelesaikan polemik akibat beredarnya lagu Corona ini.

"Kita akan juga berkoordinasi dengan DKB yang merupakan lembaga penilai keetisan lagu, budaya dan kesenian Banyuwangi. Kami harap segera selesai masalah ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.