Senin, 15 Jun 2026 17:24 WIB

Virus Corona Menyebar, Masker hingga Antiseptik di Surabaya Kosong

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 04 Mar 2020 13:21 WIB
Salah satu apotek di Surabaya memasang pengumuman kalau masker dan antiseptik kosong (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Salah satu apotek di Surabaya memasang pengumuman kalau masker dan antiseptik kosong (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masker dan hand sanitizer atau antiseptik di sejumlah apotek, minimarket hingga toko di Surabaya kosong, menyusul penyebaran Virus Corona di Indonesia.

Salah satu apoteker di kawasan Tambaksari Surabaya, Fatin menyebut, setelah Virus Corona menyebar di berbagai negara di dunia, masyarakat langsung berbondong-bondong membeli. Stok masker di apeteknya ludes terjual.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Langsung habis mas, sekitar dua bulan lalu. Stok juga nggak ada. Hand sanitizer juga habis," terang Fatin kepada jatimnow.com, Rabu (4/3/2020).

Wanita berusia 26 tahun itu juga belum bisa memastikan kapan stok akan kembali tersedia. Karena harga dari distributor terlalu mahal.

"Pertama muncul Virus Corona, harganya sudah sampai Rp 300 ribuan (per boks). Kalau sekarang ya pasti lebih mahal mas, bisa-bisa Rp 500 ribuan," tambahnya.

Untuk meredam kekecewaan calon pembeli, apotek ini memasang pengumuman di bagian depan kasir.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Masker kosong, antiseptik kosong," begitu bunyi pengumuman di apotek ini.

Demikian pula saat reporter jatimnow.com membeli masker di salah satu apotek di Jalan Raya Darmo, Surabaya, juga sia-sia. Masker stoknya terbatas. Kalau pun ada, harganya per boks Rp 350 ribu berisi 50 lembar. Sedangkan cairan pembersih tangan atau antiseptik, juga ludes.

Hal serupa terjadi sejumlah minimarket di Surabaya. Dari penelusuran jatimnow.com, di rak-rak minimarket tidak terlihat satu pun hand sanitizer maupun masker.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sudah dua mingguan ini mas, habis. Sudah nggak ada stok sama sekali. Banyak pembeli yang tanya," kata Amit, salah satu pegawai minimarket di kawasan Jalan Dharmahusada Surabaya.

Begitu pula penjual masker dan hand sanitizer eceran di kawasan Krampung Surabaya, yang juga kehabisan stok.

"Sudah satu bulanan ndak dikirim mas. Biasanya kalau satu boks itu harganya Rp 30 ribu, isi 50. Ecerannya seribuan. Barusan aja banyak yang tanya. Ya gimana mas, habis, ndak ada stok lagi," ungkap Mariyam, salah satu pemilik toko.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.