Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Siswi SMP Kabur dari Rumah, Tinggalkan Pesan Menyayat Hati

Jenny Suliataini menunjukkan foto Aulia Maharani, anaknya
Jenny Suliataini menunjukkan foto Aulia Maharani, anaknya

jatimnow.com - Mata Jenny Suliataini masih tampak sembab saat sampai di Kantor Satpol PP Kota Probolinggo, Selasa (25/2/2020). Air mata wanita asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, itu tak terbendung ketika mulai bercerita.

Dia datang ke Kantor Satpol PP lantaran Aulia Maharani (13), putinya meninggalkan rumah dan tak kunjung kembali. Pelajar kelas IX SMPN 3 Kota Probolinggo itu bahkan meninggalkan secarik kertas bertuliskan tangan keluhannya selama ini.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Anak saya hilang entah ke mana perginya. Dia hanya meninggalkan selembar pesan yang ditulis di kertas," ucap Jenny.

Jenny menambahkan, anaknya itu sudah meninggalkan rumah sejak pukul 03.40 Wib. Pencarian sudah dilakukan dengan berkeliling mendatangi rumah keluarga dan teman dekat anaknya. Namun Jenny tak kunjung mendapati kebedaraan anaknya itu.

"Sejak tadi pagi saya cari, tapi tidak menemukan keberadaan anak saya. Sehingga saya datangi Satpol PP untuk melapork," jelasnya.

Pesan yang ditulis Aulia untuk ibunyaPesan yang ditulis Aulia untuk ibunya

Dia mengaku tidak mengetahui alasan anaknya itu pergi. Namun sebelumnya ia sempat mengingatkan agar anaknya itu tidak salah dalam pergaulan.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Karena saya kasihan anak saya, jadi ingatkan dia," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi menyebut, pengaduan itu akan segera ditindaklanjuti dengan menyisir sejumlah titik di wilayah Kota Probolinggo.

"Semoga secepatnya ada kabar dan bisa kembali kepada orangtuanya," ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 3 Kota Probolinggo Sumantri menyebut, pihaknya akan mendatangi rumah Jenny untuk meminta penjelasan tetang kepergian salah satu siswanya tersebut.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Dia jarang masuk sekolah dengan alasan sering sakit. Jadi jarang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah," tandasnya.

Dari surat yang ditinggalkan Aulia, tertulis bahwa ia tidak akan pergi jauh karena dia sudah tidak punya siapapun kecuali ibu dan adiknya. Dia juga meminta maaf dan berterimakasih atas kasih sayang yang diberikan ibunya selama ini.

"Aku gak bakal adoh ma (Aku tak akan jauh ma)," tulis Aulia menutup suratnya itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.