Senin, 15 Jun 2026 03:59 WIB

Momen Hardiknas, Dispendik Jatim Terima Kado Pahit Nilai UNBK Jeblok

Acara rapat koordinasi penyerahan DKHUN jenjang SMA/SMK/MA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Acara rapat koordinasi penyerahan DKHUN jenjang SMA/SMK/MA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

jatimnow.com - Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur mendapatkan kado pahit.

Pasalnya dalam dua kali Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Jatim, nilai siswa tahun ajaran 2017/2018 cenderung merosot.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Berdasar data Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) Dispendik, nilai ujian nasional (UN) SMK 2018 jeblok, karena sekitar 78 persen siswa mendapat nilai rata-rata 5,5. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya 55 persen.

"Yang ada penurunan memang ada di SMK, nilai 5,5 nya yang tahun lalu itu 55 persen sekarang menjadi 78 persen dan itu banyak di Matematika," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman, Rabu (2/5/2018).

Tidak pada dua jenjang saja, penurunan nilai juga dialami Madrasah Aliyah (MA) dengan kategori nilai yang sama malah hampir 100 persen.

"Kemenag yang paling parah 96 persen. Kondisinya seperti ini, artinya kita harus merubah sikap dan mencari jalan untuk merubah nilai yang cenderung jelek ini bisa berubah lebih baik," tuturnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Ia menambahkan, meski nilai ujian nasional tak lagi dipakai untuk penentu kelulusan, dan UNBK sebagai pengedepan intergritas, Saiful meminta agar mengedepankan nilai yang bagus juga.

"Terkait sekolah yang nilai siswanya rendah, terutama mapel IPA dan Matematika kami melakukan kebijakan dengan mencari alur permasalahan, melakukan bimbingan pengajar atau guru melibatkan praktisi atau dosen dari ITS dan Unair," urainya.

Ia menghimbau kepada tenaga pendidik baik guru dan kepala sekolah, tidak hanya menuntut kesejahteraan semata, namun juga harus memperhatikan pola pengajaran dengan tujuan mendapatkan nilai yang bagus.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Hendaknya  para guru harus ikuti pola pelatihannya, terutama teman-teman guru Matematika dan IPA akan saya lihat semua dan akan saya datangkan dosen dari ITS dan Unair," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.