Rabu, 17 Jun 2026 06:04 WIB

Cerita Mahasiswa asal Ponorogo Bertahan Melawan Virus Corona di China

Eka Danang Susanto saat berada di rumahnya di Ponorogo
Eka Danang Susanto saat berada di rumahnya di Ponorogo

jatimnow.com - Eka Danang Susanto (18), Mahasiswa Kedokteran Hubei Politeknik University China terlihat sumringah. Eka yang baru menjalani pendidikan satu semester di Negeri Tirai Bambu itu bisa pulang ke rumahnya di Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

"Alhamdulilah senang. Saya sujud syukur langsung ketika tiba di Indonesia," kata Eka saat ditemui di rumahnya, Senin (17/2/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kegembiraan Eka bukan tanpa alasan. Sebab selama tinggal di China, anak tunggal pasangan Teguh Susanto dan Susana itu tidak bisa ke mana-mana dan 'terkurung' dalam kampusnya, akibat serangan Virus Corona.

Serangan Virus Corona di China membuatnya bersama ribuan mahasiswa lain tidak boleh keluar kampus.

"Seperti kota mati. Tidak ada yang boleh keluar dari kampus. Pemerintah setempat juga menghentikan semua aktivitas, termasuk alat transportasi," tutur pemuda lulusan SMK Bakti Indonesia Medica Ponorogo ini.

Dia menyebut, sebenarnya kampusnya berjauhan dengan Kota Wuhan.

Eka Danang Susanto saat berada di rumahnya di Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten PonorogoEka Danang Susanto saat berada di rumahnya di Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo

"Saya di Kota Huwangse. Jaraknya sekitar dua jam kalau naik bus ke Kota Wuhan. Ya kayak Ponorogo ke Ngawi gitu. Alhamdulilah saya masih diberikan kesehatan," ungkapnya.

Di tengah ancaman Virus Corona, Eka dan mahasiswa lain dari Indonesia mendapat kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di China. Kabar baik itu adalah pemerintah Indonesia memfasilitasi kepulangan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menuntut ilmu maupun bekerja di China.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

"Sekitar tiga pekan yang lalu ada kabarnya. Tentu saya sangat bahagia. Bapak di rumah juga senang banget. Karena saya bisa balik ke rumah," papar Eka.

Dia malanjutkan, dari China, ia bersama ratusan 237 WNI kemudian diterbangkan menuju Batam, lalu dikarantina selama 14 hari di Pulau Natuna. Selama di Natuna, karantina berlangsung sangat menyenangkan.

"Apapun yang kami butuhkan langsung disediakan. Kami dibuat have fun. Tidak boleh mikir apapun," bebernya.

Setelah karantina 14 hari, Eka dan semua WNI di Natuna dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Dari 237 orang, 65 di antaranya berasal dari Jawa Timur, termasuk dirinya.

"Setelah mendarat di Juanda, kami diantar ke rumah masing-masing, termasuk saya ke Ponorogo. Ya yang dari Ponorogo cuma saya saja," jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia berharap penyebaran Virus Corona segera berakhir. Sebab dia masih ingin kembali ke China untuk meneruskan kuliahnya. Meskipun saat ini perkuliahan masih bisa dilakukan dengan sistem online.

"Ya pengen jadi dokter. Pengen kembali ke China untuk menuntut ilmu kembali," pungkasnya.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.