Selasa, 16 Jun 2026 15:36 WIB

Bupati Ipong Lepas Ekspor 110 Ton Kunyit Ponorogo ke India

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 11 Feb 2020 15:15 WIB
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni melepas ekspor kunyit ke India
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni melepas ekspor kunyit ke India

jatimnow.com - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni melepas ekspor 110 ton kunyit ke negara India, Selasa (11/2/2020). Total dalam setahun, petani di Ponorogo mampu mengirim kunyit mencapai 2220 ton.

Bupati Ipong meminta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Pemkab Ponorogo menyediakan bibit atau pupuk agar masyarakat terdorong untuk menanam tanaman obat ini.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kalau yang bisa diekspor tanaman obat. Produksinya bagus. Ditambah temulawak dan jahe. Ditambah bibitnya," pintanya.

Ia melanjutkan, jika petani menanam padi, jagung maupun kedelai, tentu tidak untuk dieskpor namun akan dikirim ke provinsi lain karena kebutuhan produksi dalam negeri masih kurang.

"Ini peluang bisa dimanfaatkan Ponorogo untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari tanaman obat ini," ujarnya.

Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Sukarman mendorong petani untuk melakukan eksport tanaman obat karena Ponorogo merupakan daerah potensial.

"Pak Bupati menyampaikan ada sekitar 15 ribu pekarangan yang kurang produktif pengembangan kawasan untuk tanaman obat. Kita dorong selain pengembangan kawasannya kita untuk bantu alat pengeringnya, perajangnya," katanya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pengekspor kunyit, Muhammad Saiin mengatakan rempah-rempah itu dikirim ke negara India sebanyak 110 ton.

"Ini terakhir kami mengirim sebesar 110 ton," katanya.

Ia menjelaskan jika kunyit yang dikirim ke India dibuat ekstrak. Kunyit yang dikirim ke India sebagian besar berasal dari Ponorogo dan lainnya berasal dari petani di Wonogiri, Pacitan, Nganjuk dan Madiun.

"Ya kalau stoknya ada ya dari Ponorogo saja. Kalau memang tidak mencukupi mau tidak mau ambil dari yang lain," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ekspor kunyit telah dilakukannya sejak tahun 2017 lalu. Harga kunyit kering berkisar Rp 15 ribu per kilogram untuk ekspor. Sedangkan pihaknya membeli dari petani Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan, sebelum ekspor kunyit pihaknya juga pernah melakukan ekspor jahe pada tahun 2013.

"Jahe kita tidak panen karena terkena virus dan harganya tahun lalu bibitnya mahal. Kena virus 2 tahun akhirnya petani males, karena tanahnya susah, pupuk dan bibit mahal, waktu panen harga murah, ruginya banyak. Kalau kunyit memang tidak ada virusnya," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.