Senin, 15 Jun 2026 21:44 WIB

Kemendagri Luncurkan Mesin ADM, Provinsi Jatim Jadi Percontohan

Mendagri Tito Karnavian bersama Menkopolhukam Mahfud MD dan Gubernur Khofifah saat peluncuran layanan atau mesin ADM di Grand City Surabaya
Mendagri Tito Karnavian bersama Menkopolhukam Mahfud MD dan Gubernur Khofifah saat peluncuran layanan atau mesin ADM di Grand City Surabaya

jatimnow.com - Pemprov Jatim jadi provinsi pertama yang menerapkan implementasi layanan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Lanching layanan ADM dilaksanakan dalam Rakor Pemerintahan Tahun 2020 Provinsi Jatim di Grand City, Surabaya, Jumat (31/1/2020).

Launching layanan ADM ditandai penyerahan mesin ADM dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jombang, disaksikan Menkopulhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ada 10 daerah di Jatim yang menjadi pilot project penggunaan ADM, sedangkan yang sudah siap melayani yaitu Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang. Selanjutnya akan dikembangkan dengan penyediaan perangkat dan training oleh pendamping. Sehingga semua kabupaten kota di Jatim akan menggunakan layanan ini.

ADM merupakan terobosan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk mendigitalisasi layananan kependudukan. Dokumen kependudukan bisa dicetak dalam waktu tidak lebih dari satu setengah menit dan bisa dari mana saja sesuai QR Code yang sudah diregistrasi di dukcapil setempat.

Dengan ADM, pelayanan kependudukan masyarakat akan lebih mudah dan cepat serta tidak berbiaya, khususnya dalam hal pengurusan e-KTP, akta kelahiran, akta kematian hingga kartu keluarga (KK).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyampaikan, sebagai provinsi pertama yang mengimplementasikan ADM, Jatim diharapkan bisa menjadi percontohan di Indonesia. Karena implementasi sistem ini bukan hanya untuk pemerintah, tapi bermanfaat sangat besar bagi masyarakat.

Peluncuran Mesin ADM dengan Jatim sebagai percontohan di Grand City, SurabayaPeluncuran Mesin ADM dengan Jatim sebagai percontohan di Grand City, Surabaya

"Saya sangat mengapresiasi ibu Gubernur Khofifah karena begitu mendengar ADM akan diimplementasikan di Magetan, beliau langsung ingin hal ini juga bisa diimplementasikan di daerah lain di Jatim. Dan kita harapkan sebagai provinsi-provinsi lain bisa mencontoh Jatim," terang Tito.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Tito menambahkan, mesin ADM yang berpenampilan mirip mesin ATM ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat khususnya dalam mengakses layanan publik di bidang kependudukan. Dalam pengurusan KTP misalnya, jika sebelumnya masyarakat harus melalui RT, RW, kelurahan hingga ke kecamatan, maka dengan ADM, proses tersebut akan bisa dipercepat.

Ia menyebut, dalam implementasinya, sistem ADM memiliki tiga sistem keamanan yaitu lewat finger print, irish mata dan bentuk wajah. Sehingga, masyarakat juga tidak perlu khawatir adanya penyalahgunaan data atau tercetaknya dokumen kependudukan ganda.

"Ke depan masyarakat akan bertemu dengan mesin yang bisa melayani secara otomatis. Sehingga diharapkan layanan publik bisa menjadi lebih baik. Selain itu, layanan ini juga akan bisa mencegah terjadinya korupsi di bidang layanan kependudukan," papar mantan Kapolri ini.

Pencetakan dokumen melalui ADM ini tidak menggunakan berkas kertas yang terdapat sekuritas. Kertas yang digunakan adalah kertas putih berformat A4. Namun Kemendagri memastikan bahwa berkas yang tidak menggunakan tanda tangan basah ini sah. Bahkan berkat peralihan dari kertas bersekuritas menjadi A4, negara bisa menghemat dana Rp 450 miliar dalam setahun untuk pengadaan kertas.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Sementara Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik program ADM sebagai penguatan fasilitas layanan kependudukan kepada masyarakat. Inovasi ini juga akan mampu menyiapkan Jatim menuju Smart Province. Ke depan, layanan ini akan diperluas dan diintegrasikan di semua kabupaten/kota.

"Saya harap pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Darah (PAPBD) tahun ini sudah bisa dibahas, agar segera bisa diintegrasikan di kab/kota se Jatim. Sehingga nantinya, lewat inovasi ini Jatim tidak hanya sekedar kab/kotanya yang smart city, tapi juga provinsi Jatim menjadi smart province," tandas Gubernur Khofifah.

Mesin ADM ini harus dibeli dengan anggaran pemda setempat melalui e-katalog. Harganya antara Rp 150 hingga Rp 200 juta per unit. Alat ini bisa berfungsi seperti mesin ATM 24 jam dan bisa digunakan masyarakat setiap waktu dan di mana saja sesuai kebutuhan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.