Minggu, 21 Jun 2026 21:56 WIB

Wali Kota Risma Tengok Tiga Anak dari Wanita yang Dibunuh di Surabaya

Wali Kota Risma memeluk anak korban pembunuhan
Wali Kota Risma memeluk anak korban pembunuhan

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menengok tiga anak di lokasi pembunuhan yang terjadi pada ibu rumah tangga Mardiana yang kos di Jalan Petemon Barat, Kamis (30/1/2020) malam.

Dua dari tiga anak korban tersebut masih berstatus pelajar sekolah.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Baca juga:  

Wali Kota Risma tiba bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Chandra Oratmangon dan jajarannya.

Suasana terlihat haru, ketika Wali Kota Risma bertemu dengan anak-anak korban. Ia tak tega melihat kondisi kedua anak korban yang masih kecil.

Bahkan, saat itu, Wali Kota Risma juga sempat menyuapi kedua anak korban yang masih berusia 9 dan 13 tahun.

Wali Kota Risma nampak memberikan semangat moril kepada anak-anak korban, agar mereka tetap bersemangat dalam melanjutkan sekolah.

Bahkan, Wali Kota Risma berjanji akan membelikan sepeda kedua anak korban yang masih bersekolah itu.

"Kamu tak belikan sepeda ya, adik juga. Biar ke sekolah nanti bisa naik sepeda," kata Wali Kota Risma kepada kedua anak korban.

Bahkan, untuk memberi semangat moril kepada kedua anak korban, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga memberikan bola volley.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Tak kasih bola volley ya, yang pintar ya kamu sekolahnya nak," pesan Wali Kota Risma sembari memeluk kedua anak korban.

Sekitar 1,5 jam berkunjung dan memberi semangat kepada anak-anak korban, Wali Kota Risma kemudian mengantarkan mereka ke salah satu hotel terdekat untuk menginap.

Sebab, saat ini, rumah duka dijadikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak kepolisian.

Kepala DP5A Kota Surabaya, Chandra Oratmangon menambahkan, korban diketahui meninggalkan tiga orang anak.

Mereka masing-masing berusia 6, 13 dan 22 tahun. Sedangkan, dua anaknya, masih tercatat sebagai pelajar Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Untuk sementara mereka akan tinggal di hotel, karena rumah duka masih dijadikan olah TKP pihak kepolisian," kata Chandra.

Rencananya, kata Chandra, besok ketiga anak korban akan tinggal di Rusun Krembangan. Supaya kedua anak korban yang masih berstatus pelajar, bisa lebih dekat dengan sekolahnya.

Sedangkan anak korban yang berusia 22 tahun, ditarik kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya.

"Tadi ibu wali kota juga memberikan baju, dan tas sekolah kepada kedua anaknya yang masih sekolah," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.