Rabu, 17 Jun 2026 02:58 WIB

Bonek Ingin Pemkot Surabaya Tulus ke Persebaya, Bukan Karena Pilwali

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya

jatimnow.com - Hasil rapat antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya dan Persebaya, terkait dibolehkannya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam Liga 1 tahun ini, belum sepenuhnya membuat Bonek, suporter Persebaya puas.

Hal itu diungkapkan Husin Ghozali, salah satu perwakilan Bonek GreenNord yang pada Rabu (22/1/2020), mengikuti rapat bersama Dispora dan Persebaya. Ia dan bonek lainnya mengaku khawatir pemkot kembali menjadi pemberi harapan palsu (PHP), seperti yang sudah-sudah.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Dia meminta Pemkot Surabaya lebih berkomitmen terhadap janjinya. Komitmen itu tentu dilakukan atas dasar ketulusan bukan atas kepentingan politik karena Pemilihan Wali Kota (Pilwali) tahun ini semakin dekat.

"Karena bukan satu dua kali loh pemkot tidak bisa berkomitmen terhadap keputusannya sendiri," ujar pria yang akrab disapa Cak Cong itu.

Dia mencontohkan komitmen yang dilanggar Eri Cahyadi yang saat itu menjabat Kepala Dinas Cipta Karya Kota Surabaya, ketika terjadi penyegelan Wisma Karanggayam.

"Saat itu Eri bilang tidak ada penyegelan, pengosongan, pengembokan. Ternyata lidahnya memang tak bertulang. Buktinya sekarang?" ujar Cak Cong.

Eri Cahyadi memberikan soal Mess Karanggayam tiga tahun laluEri Cahyadi memberikan soal Mess Karanggayam tiga tahun lalu

Menurut Cak Cong, statement Eri Cahyadi terkait polemik penggunaan Wisma Persebaya di Karanggayam, Tambaksari itu terekam jelas dalam sebuah video di sebuah media. Video itu beredar ketika pemkot melakukan pengosongan dan penggembokan Wisma Persebaya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Cang Cong menganggap bahwa penyegelan dan pengosongan Wisma Persebaya, termasuk lapangan di dalamnya, bisa berdampak pada pembinaan usia dini. Sebab di sanalah, pembibitan skuad muda Persebaya dilakukan. Begitu pula dengan pelaksanaan kompetisi internal.

Apalagi, dari Lapangan Karanggayam itulah, pemain-pemain hebat dilahirkan. Baik dari mereka yang masuk skuad muda Persebaya, maupun mereka yang mengawali karir dari kompetisi internal Persebaya.

Dari video yang beredar, Eri Cahyadi memang sempat memberikan statement angin segar. Dia menyampaikan di hadapan manajemen Persebaya dan media bahwa semuanya hanya miskomunikasi.

Namun faktanya, sampai sekarang Persebaya tidak bisa memanfaatkan lapangan Karanggayam. Manajemen Persebaya dan bonek pun memilih berjuang di jalur hukum, melalui gugatan di pengadilan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Cak Cong berharap sikap pemkot yang melunak memberikan izin penggunaan Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November bukan karena adanya ASN (aparatur sipil negara) di lingkungan pemkot yang digadang-gadang menjadi bakal calon wali kota.

Kekhawatiran Cak Cong tidak berlebihan. Sebab sejak Persebaya kembali ke Liga Indonesia, Green Force tak pernah mendapatkan izin berlatih di Gelora 10 November. Padahal tim lain seperti Madura United dan Persipura mendapatkan izin penggunaan lapangan bersejarah tersebut.

Dia pun mengkritik Wali Kota Tri Rismaharini yang mendekati Bonek hanya ketika akan ada pemilihan wali kota atau ketika Persebaya berprestasi.

"Dulu waktu pemilihan pakai syal bonek bilang ibuke bonek. Tapi setelah jadi seperti ini. Sama ketika Persebaya U-20 juara, disambut, tapi ketika Persebaya ada masalah seperti ini, hilang entah ke mana," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.