Rabu, 17 Jun 2026 09:46 WIB

Pemkab Sidoarjo Dorong Perdes Beri Sanksi Pembuang Sampah di Sungai

  • Penulis :
  • | Senin, 30 Apr 2018 10:00 WIB
Petugas membersihkan sampah disalah satu sungai di Sidoarjo/foto: net
Petugas membersihkan sampah disalah satu sungai di Sidoarjo/foto: net

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur mendorong pembuatan peraturan desa (perdes) dengan penyebutan sanksi kepada warga yang ketahuan membuang sampah di sungai untuk mengatasi masalah sampah sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan di Sidoarjo, Senin (30/4/2018), mengatakan, dengan adanya peraturan desa tersebut, nantinya akan ada sanksi tegas kepada warga yang ketahuan membuang sampah di sungai.

"Karena selama ini, masyarakat ternyata masih banyak yang membuang sampah di sungai sehingga sampah tersebut sangat mengganggu aliran sungai akibat adanya pendangkalan," katanya.

Ia juga terus menerus mengajak warga supaya sadar dengan cara tidak membuang sampah di sungai, apalagi saat ini sudah banyak sungai di Sidoarjo yang mengalami pendangkalan.

"Kalau perlu dibuat perdes tentang menjaga kebersihan sungai, bila ada warga yang masih saja buang sampahnya di sungai akan dikenakan sanksi. Sanksinya, bukan uang tapi hukuman sosial bisa berupa membersihkan sampah di sungai atau yang berkaitan dengan kebersihan," ujarnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya segera melakukan normalisasi sungai Desa Balonggarut, Krembung Sidoarjo karena sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada warga untuk tidak membuat bangunan di sempadan sungai, sebab untuk melakukan normalisasi dengan alat berat harus ada jalan sempadan sungai," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah meminta supaya segera dilakukan normalisasi sungai Balonggarut dengan menggunakan alat berat, karena sudah cukup parah endapan sampahnya.

"Sungainya ini sekilas tampak bersih tidak terlihat sampahnya, namun saat dilakukan pengerukan dengan jangkar barulah tahu ternyata sampahnya mengendap di bawah bersama lumpur, ini sebabnya sungai jadi dangkal," katanya.

Sumber: Antara

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Editor: Erwin Yohanes

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.