Rabu, 17 Jun 2026 10:24 WIB

Mahasiswa di Surabaya Sulap Kulit Tebu Jadi Souvenir Unik

Souvenir terbuat dari ampas tebu
Souvenir terbuat dari ampas tebu

jatimnow.com - Seorang mahasiswi Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), Wenny Friskillia berhasil mengubah limbah ampas tebu menjadi souvenir bernilai jual. Souvenir yang berbentuk permainan tradisional khas Indonesia tersebut diberi nama Nebu.

Souvenir itu memiliki lima desain khas asli Indonesia, diantaranya lompat batu dari Nias, Sumatera Utara; Geulayang Tunang atau Layang Kleung dari Banda Aceh; Layang Kaghati dari Kendari, Sulawesi Tenggara; Kapal Jong dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dan Kapal Sandeq dari Mamuju, Sulawesi Barat.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Wenny menjelaskan jika karyanya itu bermula atas kekhawatiran dirinya melihat ampas tebu yang banyak ditemukan dari pedagang minuman es yang terbuang percuma.

"Souvenir ini diambil dari permainan tradisional di Indonesia karena segala tumbuhan yang tumbuh di Indonesia bisa digunakan meskipun sudah menjadi ampas atau limbah. Selain itu melalui souvernir ini, informasi terkait permainan tradisional Indonesia dapat dikenal masyarakat luas, dan produk ini cocok digunakan sebagi buah tangan atau oleh-oleh," ujarnya, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ia menyebut, untuk proses pembuatan hanya membutuhkan waktu dua hari. Langkah awal yaitu mengeringkan ampas tebu terlebih dahulu di tempat yang teduh guna menghilangkan airnya dan mengurangi bau tidak sedap pada produk.

Setelah itu, ampas tebu yang awalnya berwarna hijau akan berubah menjadi warna putih gading. Ampas tebu mulai dipilih serta ditipiskan dengan alat potong sehingga memiliki ukuran tinggi dan ketebalan yang sama untuk dianyam menjadi bentuk permainan tradisional daerah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selanjutnya, diberikan bahan tambahan seperti kawat dan lem agar produk terlihat kokoh dan berdiri tegak.

"Jika ditotal secara keseluruhan, maka pengerjaan lima karya ini membutuhkan waktu 10 hari. Tantangan tersulit yang dihadapi adalah harus sabar menipiskan dan memotong ampas tebu. Ukuran juga dibuat harus sama, agar tidak patah saat dianyam," terangnya sambil menyebut produknya dijual mulai harga Rp 250 ribu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.