Kamis, 18 Jun 2026 13:57 WIB

Kisah Exel, Siswa SD Cari Barang Rongsokan Pasca Orang Tuanya Bercerai

Exel Aditya Putra mencari barang rongsokan setelah pulang dari sekolah
Exel Aditya Putra mencari barang rongsokan setelah pulang dari sekolah

jatimnow.com - Tidak hanya ingin menjadi beban bagi kakek dan neneknya, seorang siswa kelas 4 SDN I Patihan Ponorogo bekerja mencari barang rongsokan.

Selepas pulang sekolah, Exel Aditya Putra yang kini berusia 12 tahun itu membawa karung plastik guna mencari uang untuk membelikan buah tangan bagi kedua adiknya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pekerjaan menyusuri jalan sejauh 5 kilometer untuk mencari rongsokan tersebut dilakukannya selepas orang tuanya bercerai sejak dua tahun lalu.

Exel kini tinggal bersama nenek dan kakeknya, Surip dan Suraji bersama kakaknya yang bernama Ayu.

Saat ditemui di rumahnya yang berukuran 6 x 7 meter itu, anak kedua dari empat bersaudara itu mengatakan pekerjaan itu dilakukan untuk membayar uang sekolah dan membelikan jajan bagi kedua adiknya yaitu Dhea dan Dhipa.

"Setiap hari mencari rongsokan setelah pulang dari sekolah pukul 12.00 Wib," kata Exel Rabu (8/1/2020).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia mengaku jika mencari rongsokan dilakukannya karena keinginannya sendiri dan tidak ada paksaan dari siapapun.

Ia sadar jika bapaknya yang bekerja di salah satu perusahaan batu bara di Kalimantan tidak memberikan uang sepeserpun untuk kebutuhan anak-anaknya.

Begitu juga ibunya yang pamit kepada anak-anaknya untuk bekerja di Situbondo hingga kini belum memberikannya uang.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Sejak bapak dan ibu bercerai, saya tinggal dengan nenek dan kakek bersama kakak dan dua adik saya," ujarnya.

Ia mengaku tidak mau membebani kakek dan neneknya yang berjualan mainan anak-anak.  Setelah kumpulkan barang rongsokan, ia menjualnya ke daerah Sinduro. Dalam sehari dirinya mendapatkan uang Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu.

"Saya berikan adik untuk jajan. Kadang separuhnya saya tabung buat bayar sekolah," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.