Minggu, 21 Jun 2026 07:35 WIB

Tinjau Tanah Bergerak, Bupati Trenggalek Siapkan Sederet Langkah

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat meninjau tanah bergerak di Desa Melis, Kecamatan Gandusari
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat meninjau tanah bergerak di Desa Melis, Kecamatan Gandusari

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau lokasi tanah gerak di Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Sabtu (28/12/2019). Akibat tanah bergerak, 15 rumah warga, sekolah dan musala dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain itu, dinding dan lantai bangunan tersebut mengalami retak akibat struktur tanah bergerak. Sejumlah warga juga mengungsi karena takut bangunan rumahnya akan roboh.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Setelah melakukan peninjauan, Bupati Nur Arifin menjelaskan bahwa pemkab akan melakukan sejumlah langkah antisipasi serta rehabilitasi bagi rumah yang terdampak. BPBD setempat juga terus disiagakan untuk memantau kondisi tanah bergerak itu setiap hari.

"Dalam waktu dekat kita tutup semua bongkahan untuk mengantisipasi bongkahan yang lebih besar, karena air bisa masuk ke dalam. Kedua, kita bantu rehabilitasi untuk rumah-rumah yang parah, khususnya yang punya risiko tinggi jika masih dihuni," ujar Bupati Nur Arifin.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Selain itu, Pemkab Trenggalek melalui BPBD juga akan melakukan pemetaan potensi bahaya akibat tanah bergerak tersebut. BPBD juga akan melakukan kajian terkait struktur tanah di daerah itu. Jika perlu, akan dilakukan pengerasan.

"Kemudian jangka menengahnya adalah kita lakukan pemetaan potensi bahaya karena retakannya kalau menurut yang kita lihat, ini sejajar dengan garis sungai. Apakah sungai itu nanti butuh pengerasan agar tidak terjadi sliding terus-menerus," jelasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Bupati Nur Arifin juga meminta kepada BPBD untuk melakukan pemetaan citra udara untuk menelusuri jalur retakan maupun jalur sungai. Hal itu perlu dilakukan mengingat intensitas hujan cukup tinggi mulai terjadi.

"Kita akan lihat beberapa hari ke depan. Kalau curah hujannya sama seperti yang kemarin, apakah masih ada tambahan jalur retakan lagi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.