Senin, 15 Jun 2026 05:13 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Ditemukan Spanduk 'Putat Jaya Merdeka' Bergambar Eri Cahyadi

Penampakan spanduk 'Putat Jaya Merdeka' bergambar Eri Cahyadi
Penampakan spanduk 'Putat Jaya Merdeka' bergambar Eri Cahyadi

jatimnow.com - Spanduk bergambar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi yang terpasang di kawasan Pasar Kupang, menyita perhatian.

Selain berbunyi 'Jaminan Bu Risma, Eri Cahyadi orangnya', yang mengejutkan, pada spanduk itu mengatasnamakan 'Putat Jaya Merdeka'. Identitas itu tertulis di dalam spanduk.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Mengapa ada kata Merdeka? Apakah ingin melepaskan diri dari bagian Surabaya, NKRI?

Demikian pula soal isi spanduk. Entah ini klaim atau fakta. Tapi perlu tahu, hubungan Eri dangan Risma cukup dekat.

Siapa yang memasang spanduk itu, belum diketahui.

Baca juga: 

Sementara, konfirmasi yang dilakukan jatimnow.com kepada Eri via telepon pada pukul 09.24 dan 09.42 Wib, Minggu (22/12/2019), belum mendapat respon. Begitu pula dengan konfirmasi via pesan WhatsApp pada pukul 09.18 Wib, juga belum dijawab.

Spanduk bergambar Eri Cahyadi di kawasan Pasar Kupang, SurabayaSpanduk bergambar Eri Cahyadi di kawasan Pasar Kupang, Surabaya

Perlu diketahui, Eri di depan jemaah pengajian dan Ketua PCNU Surabaya DR H Ach Muhibbin Zuhri mengaku pernah mendapat tugas dari Wali Kota Risma untuk 'menghijaukan' Surabaya.

"Maknanya hijau itu Surabaya dingin, kalau di dunia tanaman. Kalau rohani itu hijau berarti dzikir lewat istighosah atau sholawat," jawab Eri.

Video Eri pengajian itu beredar.

"Kata Bu Risma, ada tugas satu saya yang belum selesai. Bu Risma waktu itu mengatakan sama saya," kata Eri Cahyadi dalam acara Jamaah Shalawat Nariyah (JASNU).

"Apa yang njenengan (kamu) belum selesaikan. Kata Bu Risma 1, majukno (majukan) NU, sugehno wong (kayakan orang) NU, ijono wong (hijaukan orang) Suroboyo," tambah Eri disambut tepuk tangan jamaah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Tolong terusno (tolong teruskan)," sambung Eri dalam video yang didapat jatimnow.com pada Kamis (14/3/2019).

Eri Cahyadi (tengah) dalam acara Jamaah Shalawat Nariyah (JASNU) beberapa waktu laluEri Cahyadi (tengah) dalam acara Jamaah Shalawat Nariyah (JASNU) beberapa waktu lalu

Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) ini juga mengajak jemaah membangun usaha agar perekonomian maju di masing-masing kecamatan.

"Membentuk usaha di masing-masing kecamatan, monggo (silahkan). Tetapi yang saya harapkan pembentukan usaha-usaha ini bisa bermanfaat bagi Jamaah Nariyah," kata Eri.

Kedekatan Wali Kota Risma dengan Eri Cahyadi tentu menimbulkan persepsi politik beragam. Kabarnya, Eri Cahyadi memang disiapkan untuk maju Pilwali Surabaya pada 2020.

Bagi Herlina Harsono Njoto, hubungan keduanya sebuah kewajaran saja antara bos dan anak buah. Politisi Partai Demokrat Surabaya itu tidak khawatir.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Pak Eri kan kepala Bappeko, anak buah wali kota, jadi wajar jika mendampingi (wali kota)," kata Herlina, Minggu (17/5/2019).

"Wajar!" tandas Herlina mantan Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini.

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar beberapa waktu laluIrjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar beberapa waktu lalu

Perlu diketahui Wali Kota Tri Rismaharini memimpin Surabaya sudah dua periode. Periode dua akan berakhir 2021. Namun karena ada Pilkada serentak digelar 2020, maka Pilwali Surabaya mengikutinya.

Sejumlah nama sudah meramaikan calon bursa penerus Risma. Di antaranya Whisnu Sakti Buana yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.

Selain itu ada Kepala Bappeko Eri Cahyadi hingga yang baru-baru ini namanya didorong-dorong maju adalah mantan Kapolda Jatim dan juga pernah menjadi Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Amin di Jatim, Irjen Pol (Pur) Machfud Arifin.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.