Sabtu, 20 Jun 2026 22:42 WIB

Kekerasan Menimpa Umat Muslim Uyghur China, Ini Desakan GUIB Jatim

Pernyataan sikap GUIB Jatim
Pernyataan sikap GUIB Jatim

jatimnow.com - Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mendesak pemerintah RRC untuk segera menghentikan kekerasan terhadap umat Islam di Uyghur, China.

Sekretaris Jenderal GUIB Jatim, Mochammad Yunus mengatakan pihaknya menyikapi berbagai pendapat di masyarakat, perdebatan dan kontroversial yang terjadi, serta pemberitaan media massa terhadap masalah kekerasan yang menimpa muslim Uyghur.

Baca Juga: Sejarah Munculnya Latiao di Cina, Komposisi dan Alasan Ditarik BPOM

GUIB sebuah lembaga di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur yang beranggotakan ormas-ormas Islam dan lembaga ke-Islaman di Jatim, menyelenggarakan pertemuan terbatas membahas persoalan di Uyghur, China.

Dari hasil pertemuan terbatas itu, ada 7 poin tuntutan yang akan disampaikan ke pemerintah RRC atau China, organisasi kerja sama negara Islam (OKI) dan pemerintah Indonesia, Komnas HAM RI hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Pertama, mendesak keras kepada pemerintah RRC agar mengklarifikasi secara transparan terhadap isu pelanggaran HAM yang terjadi berupa kekerasan, indoktrinasi, intimidasi, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penyekapan, dan pelarangn ibadah yang menimpa muslim Uyghur di Xinjiang, China," katanya di kantor MUI Jatim, Jalan Dharmawangsa, Surabaya, Jumat (20/12/2019).

Kedua, mendesak pemerintah RRC agar segera menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang terjadi, serta menyelesaikan masalah muslim Uyghur dengan baik serta damai, memberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadah dan memelihara syiar ke-Islam-annya.

Ketiga, mendesak organisasi kerjasama negara Islam (OKI), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Komnas HAM Republik Indonesia, untuk melakukan upaya sistematis dalam rangka menyelematkan muslim Uyghur.

"Dan bersikap tegas dalam memberikan tekanan terhadap pemerintah RRC agar memberikan hak-hak sipil bagi muslim Uyghur, dan secara tegas meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk bersikap keras dan tegas terhadap pemerintah RRC, serta profesional dalam menjalin hubungan diplomatik," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Popok Paling Tipis, MAKUKU Sabet Rekor MURI

Keempat, mendesak kepada pemerintah Republik Indonesia agar bersikap tegas dalam upaya menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM, kekerasan, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penyekapan dan pelarangan ibadah atas muslim Uyghur di Xinjiang, China.

"Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan politik luar negeri bebas aktif. Serta aktif berperan serta dalam menggalang diplomasi bagi penghentian pelanggaran HAM atas muslim Uyghur dan kasus-kasus lainnya. Diamnya pemerintah Indonesia atas tragedi ini sangat mengecewakan rakyat Indonesia," terangnya.

Kelima, menyerukan kepada umat Islam sedunia umumnya dan khususnya umat Islam Indonesia, untuk melakukan gerakan solidaritas dengan menyalurkan bantuan bagi muslim Uyghur melalui infaq Jumat untuk muslim Uyghur.

Qunut Nazilah, serta menyampaikan materi khutbah Jumat dengan tema solidaritas muslim Uyghur, serta doa agar segera terselesaikan dengan tetap memelihara ukhuwah islamiyah, wathaniyah, basyariyah dan ukhuwah alamiyah.

Baca Juga: Ini Deretan Ucapan Imlek Tahun Kelinci Air Lainnya

Keenam, mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan politik praktis sesaat dan upaya adu domba diantara umat Islam di Indonesia.

"Ketujuh, pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama organisasi massa Islam dan lembaga keislaman di Jawa Timur di bawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur," jelasnya.

Ada 78 ormas dan lembaga keislaman yang tergabung dalam GUIB diantaranya, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Hidayatullah, Perhimpunan Al Irsyad, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Front Pembela Indonesia (FPI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) hingga Rumah Da'i Indonesia (RDI) Jawa Timur.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.