Selasa, 23 Jun 2026 20:02 WIB

Kawasan Inklusi di Trenggalek, Ini Kata Bupati Nur Arifin

Bupati Nur Arifin menyapa penyandang disabilitas di Trenggalek
Bupati Nur Arifin menyapa penyandang disabilitas di Trenggalek

jatimnow.com - Bupati Mochamad Nur Arifin mengapresiasi ide kreatif Yayasan Naema yang akan membangun kawasan inklusi untuk kaum disabilitas di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Rabu (11/12/2019).

Tarya, pemilik Naema mengaku dirinya ingin mencoba membangunkan rumah untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Trenggalek sekaligus mendekatkan mereka dengan lingkungan kerja dalam satu kawasan.

Baca Juga: Pemkot Kediri Perkuat Layanan Inklusi, Bekali Pendidik Strategi Pendampingan ABK

Ide ini berawal dari rasa keprihatinannya atas keterbatasan orang berkebutuhan khusus ini untuk mengakses rumah bersubsidi.

"Kebanyakan pengajuan ditolak perbankan bila yang mengajukan difabel," katanya.

Menurutnya, saat ini masyarakat berkebutuhan khusus kebanyakan tinggal dengan orang tuanya atau mungkin mengontrak rumah.

Dari situ timbul ide membangun rumah untuk disabilitas guna mendekatkan mereka dengan industri.

"Yang bisa menjahit bisa mengarah ke konveksi, terus potong rambut atau mungkin panti pijat dan jenis usaha yang lainnya," jelasnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin sangat tersentuh dengan ide tersebut.

Baca Juga: Pemkab Trenggalek Potong Retribusi Pasar Untuk Ringankan Beban Pedagang

"Ini menginspirasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk juga ikut melihat mereka," ungkap pemimpin muda Trenggalek ini.

"Kita punya sekitar 5 ribu disabilitas, namun belum tahu pekerjaannya apa, rumahnya dimana dan belum semua tersentuh dengan program pemerintah yang sudah kita laksanakan," lanjutnya.

Ide mengembangkan kawasan inklusi dimana area perumahan dan area usaha ini dijadikan menjadi satu cluster.

Dengan fasilitas yang ramah disabilitas ini memicu Pemkab untuk memikirkan masa depan pembangunan di Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Mas Ipin Pakai Tongkat Kruk Dilantik jadi Bupati Trenggalek

Nantinya bagaimana mensinkronkan antara yayasan kemudian funding dengan aturan perbankan.

"Kalau katakanlah 100 persen subsidi atau dibangunkan oleh pemerintah, saya usul tanahnya kalau bisa dihibahkan untuk pemerintah dan kami yang membangunkan kawasan ini," ujarnya.

Menurutnya, skema tersebut akan didalami dulu plus minusnya.

"Makanya tadi pihak yayasan kita minta untuk paparan. Tadi teman-teman juga kita minta urunan sedikit-sedikit untuk nambahi agar bangunan ini bisa segera bisa dimanfaatkan oleh teman-teman disabilitas," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.