Selasa, 16 Jun 2026 02:14 WIB

Museum Pendidikan Surabaya Membingkai Dinamika Edukasi Indonesia

Museum Pendidikan Surabaya
Museum Pendidikan Surabaya

jatimnow.com - Pendidikan di Indonesia punya sejarah panjang. Dari masa ke masa, potret pendidikan selalu menarik untuk diikuti dengan berbagai dinamikanya.

Oleh karenanya, Pemerintah Kota Surabaya berupaya membingkai dinamika pendidikan tersebut melalui Museum Pendidikan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Diresmikan pada 25 November 2019, Museum Pendidikan menjadi kado Hari Guru yang sangat istimewa.

Lokasinya di Jalan Genteng Kali No. 10 Surabaya sangat strategis dan mudah dijangkau karena bertempat di pusat kota. Museum Pendidikan berada satu kompleks dengan Taman Ekspresi.

Jadi, pengunjung bisa lanjut mengeksplorasi Taman Ekspresi yang terletak di tepi sungai Kalimas.

Saat ini, Museum Pendidikan Surabaya memiliki koleksi sekitar 860 benda yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia.

Beragam koleksi itu terdiri dari berbagai jenis, di antaranya, Historika, Filologika, Heraldika, Etnografika, Keramologika, dan Technologika.

Menariknya, alur museum ini pun diatur berdasarkan konsep storyline periodesasi masa dinamika pendidikan di Indonesia dengan mengkomunikasikan koleksi dalam konteks museologi.

Setidaknya, alur Museum Pendidikan terbagi menjadi empat, yakni Masa Pra-aksara, Masa Klasik, Masa Kolonial dan Masa Kemerdekaan.

Pengunjung yang datang ke Museum Pendidikan, akan dibawa ke dalam nuansa vintage. Mulai dari alat tulis, alat hitung, ijazah, serta surat-surat penting yang masih menggunakan ejaan lama, semuanya dipamerkan di sini.

Ada pula ruang khusus yang disetting sedemikian rupa untuk menggambarkan suasana ruang kelas pada zaman dahulu.

Museum Pendidikan memiliki luas 1.452 meter persegi. Pengunjung dapat mengakses museum secara gratis setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 sampai 16.00. Sementara khusus hari Senin, Museum Pendidikan tutup.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan aset bangunan gedung yang dibangun pada 1925-1930 ini sebelumnya merupakan milik Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Bangunan itu dulunya dimanfaatkan sebagai sekolah rakyat pertama di era kolonial, yakni Sekolah Taman Siswa Surabaya.

Namun, kemudian, Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyerahkan lahan tersebut kepada Pemerintah Kota Surabaya yang lantas dimanfaatkan sebagai Museum Pendidikan.

Antiek mengakui, ke depan penyempurnaan Museum Pendidikan akan terus dilakukan. Disamping itu, pihaknya juga bakal terus menambah koleksi museum.

Bahkan, sebelumnya, beberapa komunitas sejarah juga menghibahkan beberapa koleksi benda sejarah mereka untuk dipajang di Museum Pendidikan.

"Ke depan akan terus dilakukan penyempurnaan fasilitas serta penambahan koleksi. Penyempurnaan akan dilakukan mulai sarana dan prasarana, seperti fasilitas tempat parkir, diorama pemutaran film dan sebagainya," ungkapnya.

Sejak diresmikan dan mulai dibuka untuk umum, Museum Pendidikan ini pun seakan menjadi magnet tersendiri bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Tak pelak, setiap akhir pekan, puluhan pelajar maupun mahasiswa berbondong-bondong datang ke Museum Pendidikan ini.

Salah satu pengunjung Museum Pendidikan adalah Endah Safitri. Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga ini menilai, bahwa estetika desain Museum Pendidikan sangat menarik dan instagramable.

"Edukatif, estetika desainnya simple tapi pesan-pesan yang disampaikan di dalam museum itu kena banget," kata Endah.

Sebelumnya, perempuan berkerudung ini juga mengakui pernah berkunjung ke museum serupa. Namun, lokasinya berada di luar Kota Surabaya.

Akan tetapi, menurut Endah, koleksi-koleksi yang ada di museum tersebut masih dinilai kurang informatif bagi para pengunjung.

"Sementara di Museum Pendidikan itu kayak mempresentasikan perjalanan Pendidikan Indonesia. Bahkan di sana juga ada alat tulis lama (sabak, sempoa) dan itu keterangannya informatif dan jelas sekali," pungkasnya. (adv)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.