Rabu, 10 Jun 2026 08:50 WIB

Malu Ditempel Stiker 'Keluarga Miskin', 20 KK Gresik Mundur dari PKH

Abdul Halim tunjukkan stiker 'Keluarga Miskin' yang ditempel
Abdul Halim tunjukkan stiker 'Keluarga Miskin' yang ditempel

jatimnow.com - Kepala Desa Sekapuk, Ujungpangkah, Gresik, Abdul Halim punya cara efektif menyadarkan warganya yang dinilai mampu namun masih ngotot meminta jatah bantuan dari pemerintah.

Ia menempelkan stiker berukuran 20 x 25 sentimeter bertuliskan 'Keluarga Miskin' di rumah warganya yang meminta bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Bersama perangkat desa lainnya, Abdul Halim menyiapkan tiga warna stiker yakni hijau, kuning dan merah. Warna hijau untuk kategori keluarga miskin yang di dalamnya terdapat tanggungan ibu hamil dan anak yang masih sekolah.

Warna kuning adalah keluarga miskin yang memiliki tanggungan orang sakit baik fisik maupun mental. Sedang warna merah untuk keluarga miskin dengan tanggungan lansia berusia di atas 70 tahun.

"Kami berkeliling untuk menempel stiker ini. Hasilnya cukup efektif, setidaknya ada 20 kepala keluarga (KK) yang akhirnya mengundurkan diri dari program bantuan PKH dan BPNT. Mungkin mereka malu rumahnya ditempeli stiker," katanya pada jatimnow.com, Sabtu (7/12/2019).

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

Data dari pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk, tercatat ada 205 KK yang menerima program bantuan pemerintah PKH dan BPNT.

Dari 20 KK yang mengundurkan diri, untuk 18 KK mundur dari program bantuan PKH sedang 2 KK berasal dari program bantuan BPNT.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sentot Suproyohadi mengaku senang dengan langkah yang dilakukan oleh Kades Sekapuk beserta perangkatnya tersebut. Sebab hal itu turut membantu pemerintah agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.

Baca Juga: Pemkot Kediri Perbarui DTSEN, Pastikan Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah memiliki gagasan penempelan stiker di rumah keluarga penerima bantuan. Baik bantuan PKH, BPNT, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Gresik Sehat (KGS).

"Dinsos akan mulai di tahun 2020 mendatang," kata Sentot.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.