Kamis, 18 Jun 2026 02:00 WIB

Kronologi Munculnya Tulisan Khilafah Pada Soal Ujian Sekolah di Kediri

Tulisan khilafah yang ada dalam soal ujian sekolah MA di Kediri
Tulisan khilafah yang ada dalam soal ujian sekolah MA di Kediri

jatimnow.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) membeberkan munculnya tulisan khilafah pada soal ujian mata pelajaran fiqih kelas XII Madrasah Aliyah di Kabupaten Kediri.

"Ceritanya begini. Kelompok Kerja Madrasah (KKM) mengadakan rapat dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) khusus fiqih, itu sudah mengadakan rapat," kata Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Moh Amin Mahfud, saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (5/12/2019).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kemudian, ada kesepakatan untuk menunjuk guru-guru fiqih membuat soal. Namun ternyata, guru-guru sepakat menunjuk satu orang.

"Ternyata satu orang guru itu selesai membuat soal, tidak ditelaah, tidak dikoreksi, langsung naik cetak dan diberikan pada anak-anak di ujian. Jadi ada miss, mestinya ada telaah, dikonfirmasi, ternyata tidak dilakukan," terang Amin.

Baca juga:  Geger Tulisan Khilafah Tertera dalam Soal Ujian Sekolah MA di Kediri

Pascakejadian menghebohkan itu, Kanwil Kemenag Jatim langsung memanggil guru pembuat soal tersebut.

"Sudah dipanggil semua pihak terkait," tegasnya.

Lantas apakah ada kemungkinan unsur kesengajaan dalam membuat soal ujian yang memuat tulisan khilafah.

Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Moh Amin MahfudPlt Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Moh Amin Mahfud

"Setelah saya interograsi, tidak ada unsur kesengajaan dari yang bersangkutan. Hanya mengambil dari bahan ajar, ada buku panduan," ungkap Amin.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Tapi begini, saya perintahkan jangan masuk ke khilafah. Saya sudah perintahkan itu," tambahnya.

Amin menerangkan, di buku panduan, fokus membahas kepemimpinan dalam Islam. Mulai dari kepemimpinan Rasulallah SAW, para sahabat hingga kepemimpinan Turki Ustmani.

"Jadi nggak ada kekhilafaan," tuturnya.

Guru pembuat soal ujian tersebut juga sudah ditanya, kenapa membuat soal itu. Katanya, guru itu copy paste (copas) dari soal ujian sekitar tahun 2010. Padahal soal tersebut bermasalah pada saat itu.

"Yang bersangkutan copas saja. Alasannya waktu mepet. Dulu sempat muncul soal seperti itu, sekitar tahun 2010. Saat itu saya masih di Kemenag Kabupaten Bangkalan. Tapi persoalan dulu itu sudah selesai. Lah ini diulangi lagi, dicopas," bebernya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Atas munculnya persoalan itu, Kemenag Jatim mengambil sejumlah langkah agar soal ujian bertuliskan khilafah tidak muncul kembali.

"Langkah kita akan membentuk tim monev atau monitoring dan evaluasi, untuk menelaah soal-soal terkait agama. Untuk menelaah yang mau diujikan harus melalui verifikasi dari kanwil. Meskipun itu kewajibannya pada satuan pendidikan yaitu madrasah," ulasnya.

Amin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan ulama yang memberikan informasi, sehingga Kemenag Jatim dengan cepat menindaklanjutinya.

"Dengan kejadian ini, diharapkan tidak akan terulang lagi, akan lebih selektif, lebih ketat untuk ditelaah dan diverifikasi. Dengan proses seperti itu, insyaAllah tidak terulang lagi. Ini pelajaran berharga," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.