Senin, 22 Jun 2026 10:58 WIB

Wali Kota Risma Lepas Ratusan Tupai di Taman Surya Balai Kota Surabaya

  • Penulis :
  • | Kamis, 26 Apr 2018 18:44 WIB
Wali Kota Risma saat melepas ratusan Tupai di Taman Surya.
Wali Kota Risma saat melepas ratusan Tupai di Taman Surya.

jatimnow.com- Siang ini, ada hal yang menarik di Taman Surya depan Balai Kota Surabaya, Kamis (26/4/2018). Pasalnya, ada ratusan satwa Tupai yang dilepas liarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Hewan Tupai seringkali dianggap sebagai salah satu hama tanaman dan seringkali hewan ini menjadi objek buruan yang kerap membuat jengkel petani buah di daerah.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Akan tetapi, keberadaan populasi Tupai ini ternyata membawa pengaruh besar dalam keberlanjutan ekosistem tumbuhan.

Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan ERHA Clinic untuk menjaga dan mengembangkan keanekaragaman hayati di Kota Surabaya dengan mendatangkan satwa Tupai untuk dilepas di sekitar Balai Kota. 

Efek yang terasa jika minimnya keberadaan Satwa Tupai di perkotaan adalah banyaknya tumbuhan ataupun tanaman yang mati. Hal ini dikarenakan banyaknya Serangga dan Hama yang menyerang tumbuhan dan tanaman tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku bahwa saat ini keberadaan satwa Tupai semakin jarang ditemukan. Apalagi, di kota-kota besar seperti Surabaya.

Maka dari itu, ia berinovatif untuk memelihara Tupai di Balai Kota. Disamping untuk menambah suasana Balai Kota agar semakin hidup. Keberadaan satwa ini bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan keanekaragaman hayati di Kota Surabaya.

“Disini (Balai Kota) kan sudah ada burung-burung. Kalau musim hujan juga banyak kupu-kupu dan capung. Saya kepingin ada Tupai di sini,” kata Wali Kota Risma, seusai melepas ratusan satwa Tupai di Taman Surya Surabaya, Kamis, (26/04).

Ia menceritakan, sebenarnya dirinya sudah lama ingin memelihara Tupai di Balai Kota.  Kebetulan ia bertemu dengan Andreas Bayu Aji selaku Corporate Affairs Director Erha Clinic dan menceritakan keinginannya tersebut.

Lantas kemudian, Andreas pun bersedia untuk  membantu dirinya mendatangkan Tupai-Tupai tersebut dari berbagai daerah.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

“Sebanyak 300 lebih Tupai yang dilepas hari ini. Kami bukan hanya dibantu Tupai. Namun juga dibantu 25 senso (alat potong pohon) dan 15 alat potong rumput. Dan sekarang, juga dibantu 3 unit teleskope untuk kebutuhan anak sekolah,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Risma, dengan adanya satwa Tupai di Balai Kota, pastinya dapat menambah kesan indah dan cantik. Ia berharap, agar Tupai-Tupai tersebut tidak ditangkap oleh warga. Karena, Wali Kota menegaskan, keberadaaan Tupai di Balai Kota bertujuan untuk menjaga kelestarian tanaman dari serangan hama dan serangga.

Selain itu, kata dia, Ini bertujuan juga untuk edukasi kepada anak-anak. Karena dirinya menganggap bahwa saat ini sudah sangat langka keberadaan hewan tersebut.

“Saya berharap untuk tidak ditangkap. Ayo kita sayangi binatang, meskipun kita ditengah kota. Nanti makanannya (Tupai) kita kasih kesini (tunjuk tempat makanan), nanti dia (tupai) pasti akan datang,” terang Wali Kota Risma.

Sementara itu, Corporate Affairs Director Arya Noble, Andreas Bayu Aji menambahkan dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional pihaknya sengaja mendonasikan satwa Tupai berdasarkan kebutuhan Kota Surabaya dari segi Estetika dan manfaatnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Ia berharap dengan adanya satwa Tupai tersebut, dapat menyeimbangkan ekosistem hewan dan tumbuhan lainnya di Surabaya.

“Ini adalah bentuk kepedulian ERHA Clinic terhadap pengembangan dan menjaga keanekaragaman hayati yang berada di Surabaya, kita ingin kota yang sudah asri ini menjadi kota bebas hama dan serangga,” pungkasnya.

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.