Selasa, 16 Jun 2026 03:50 WIB

Sindikat Hacker Surabaya Bobol Uang Rp 5 Miliar dari Kartu Kredit WNA

18 orang yang masuk dalam sindikat hacker pembobol kartu kredit WNA diamankan di Mapolda Jatim
18 orang yang masuk dalam sindikat hacker pembobol kartu kredit WNA diamankan di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Sindikat hacker pembobol kartu kredir yang diotaki HK atau Hendra Kurniawan, meraup keuntungan Rp 5 miliar. HK mengakomodir 17 anak buahnya untuk membobol kartu kredit milik warga negara asing (WNA), mulai dari Amerika, Itali dan sejumlah negara di Eropa.

"Korban lebih banyak di wilayah Eropa dan Amerika Serikat," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan saat jumpa pers bersama Dirreskrimsus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera, Wadireskrimsus dan Kasubdit Siber Polda Jatim di Mapolda Jatim, Rabu (4/11/2019).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Luki menambahkan, 18 hacker itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim dan dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Mereka melakukan kejahatan dunia maya, karena dunia maya kan tidak terbatas. Tapi mereka tetap kita kenakan Undang Undang ITE. Pasal yang diterapkan, ada pasal 30, pasal 40, pasal 32 dan pasal 48," terang Luki.

Baca juga:  

Menurut Luki, sudah ada beberapa korban dari sindikat hacker pembobol kartu kredit dan spammer dari Surabaya tersebut yang menghubungi Ditreskrimsus Polda Jatim. Nantinya, Ditreskrimsus akan berkoordinasi dengan korban dari luar negeri tersebut.

Terkait adanya keterlibatan pelaku dari warga negara asing, Luki menyebut bila kasus itu akan terus didalami dan dikembangkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyebut, dari hasil pemeriksaan, dalam satu tahun saja, sindikat hacker tersebut berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 5 miliar.

"Pengakuannya sudah satu tahun lebih beroperasi. Hasil yang didapat sekitar Rp 5 milliar," jelas Gidion.

Diketahui, selain Hendra, penyidik juga menetapkan 17 hacker lain yang merupakan anak buah Hendra sebagai tersangka. 17 hacker yang rata-rata lulusan SMK itu berinisial AES, AEB, YM, MTP, DAB, PRS, DZ, CDAWK, ASP, GPW, HRP, AFM, MAF, HM, DA, MSN dan DP.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Para tersangka itu memiliki peran masing-masing, mulai dari pengawas, tim spammer, tim domain, tim google developer, tim advertising dan programmer. Dalam aksinya, Hendra menggunakan sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Balongsari Tama Blok C-1, Surabaya sebagai sarangnya.

Sindikat hacker itu bekerja setiap hari di dalam ruko yang berkedok toko kelontong. 17 anak buah Hendra diberi fasilitas mess dan gaji setiap bulan sebesar Rp 1 juta. Mereka bekerja di bawah kendali Hendra.

Ruko itulah yang kemudian digerebek Tim Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada Selasa (3/12/2019) siang. Dari sarang sindikat hacker tersebut, disita barang bukti di antaranya 23 unit CPU rakitan, 29 unit monitor, 20 handphone, 33 buku rekening bank, 14 kartu ATM dan barang bukti lainnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.