Minggu, 07 Jun 2026 08:04 WIB

Perjuangan Keluarga ODHA di Tulungagung dari Diskriminasi

Pasutri dengan HIV-AIDS di Tulungagung
Pasutri dengan HIV-AIDS di Tulungagung

jatimnow.com - Pasangan suami istri (pasutri) dengan HIV-AIDS (ODHA), Juni (46) dan Dasri Dwi Setyorini (42) asal Kabupaten Tulungagung yang sebelumnya sempat mengalami diskriminasi dan penolakan dari warga kini mulai bangkit dari keterpurukan.

Selama setahun terakhir, pasutri ini dikucilkan dari masyarakat. Tak hanya itu, juga terjadi pada R (5), anak mereka yang juga positif mengidap HIV-AIDS.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Minimnya pemahaman dan pengertian masyarakat terhadap penyakit ini membuat pasangan sempat mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari tetangganya.

Ditemui di rumahnya di Desa Sendang, Kecamatan Sendang, pasangan yang telah menikah sejak tahun 2010 ini mengatakan jika mereka baru mengetahui mengidap virus tersebut pada tahun 2017 lalu.

Mereka diminta untuk melakukan pemeriksaan darah dan diketahui positif oleh petugas puskesmas setempat.

"Setelah positif, kami sekeluarga rutin mengkonsumsi obat AVR dan Alhamdulillah sangat membantu hingga sekarang," kata Juni, Minggu (1/12/2019).

Peristiwa diskriminasi terjadi saat warga mulai mengetahui bahwa mereka mengidap virus itu. Para tetangga mulai membatasi untuk bergaul dengan pasangan ini.

Usaha jualan sayur mayur yang sempat dirintisnya mengalami kebangkrutan karena pelanggan takut tertular.

Ironisnya, anak mereka yang masih berusia 5 tahun juga diketahui mengidap virus tersebut hingga turut dikucilkan oleh teman sekolahnya.

"Saya sempat frustasi menghadapi hal tersebut. Sempat terbersit keinginan untuk merantau karena tidak kuat," ujarnya.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Diskriminasi tersebut berangsur menghilang saat tim dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung melakukan pendampingan. Mereka secara intensif memberikan penyuluhan ke masyarakat terkait virus HIV AIDS dan cara penyebarannya.

Tidak hanya sosialisasi mereka juga memberikan contoh dengan cara menggelar makan bersama di rumah Juni. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa virus tidak menyebar melalui makanan.

"Intensitas pendampingan kami tingkatkan, tidak hanya penyuluhan kami juga menggandeng stakeholder yang ada," tutur Ifada Nur Rohmaniah, Sekretaris KPA Tulungagung.

Secara perlahan masyarakat mulai menerima keberadaan Juni dan keluarganya. Mereka mulai kembali bergaul dan bersosial seperti biasanya.

Bahkan para tetangga kini sudah mau untuk memakan masakan yang dimasak oleh keluarga Juni. Sebelumnya mereka selalu menolak masakan, bahkan tak jarang membuang masakan tersebut.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Setelah kondisinya stabil kita juga bantu untuk meningkatkan ekonominya, alhamdulilah keluarga Juni sekarang sudah survive," terangnya.

Rudi, salah seorang tetangga pasutri ini mengatakan kondisi saat ini sudah berbeda dengan satu tahun lalu. Dimana para tetangga enggan untuk bersosialisasi dengan Juni.

Minimnya pengetahuan mereka tentang virus ini menjadi salah satu penyebabnya.

"Kalau sekarang sudah tidak takut lagi, Pak Juni juga baik orangnya," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.