Senin, 08 Jun 2026 21:30 WIB

Perjalanan Terbongkarnya Pabrik Narkoba di Jabar dan Jateng

Berbagai alat produksi dan bahan baku narkotika jenis PCC disita BNN dari sebuah pabrik di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya (Foto: Bayu Adji Republika)
Berbagai alat produksi dan bahan baku narkotika jenis PCC disita BNN dari sebuah pabrik di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya (Foto: Bayu Adji Republika)

jatimnow.com - Petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri menggerebek sejumlah tempat pembuatan narkoba jenis pil PCC (paracetamol caffein carisoprodol) di tiga lokasi berbeda.

Tiga lokasi itu adalah Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) serta Kota Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng). Penggerebekan dilakukan pada Selasa (26/11/2019). Petugas menangkap 9 orang dan menyita barang bukti ribuan butir pil PCC.

Baca Juga: BNN Integrasikan Materi Anti Narkoba di Kurikulum Baru

Kepala BNN Kabupaten Cilacap AKBP Triatmo Hamardiyono menjelaskan, awalnya petugas dari Direktorat P2 Deputi Pemberantasan BNN menemukan lokasi pabrik berada di Kota Tasikmalaya.

"Namun, pemilik pabriknya memang orang Cilacap yang menyewa bangunan di wilayah tersebut sebagai pabrik," kata dia, Rabu (27/11/2019).

Operasi di Kota Tasikmalaya dilakukan pada Selasa sekitar pukul 14.45 Wib, tepatnya di sebuah rumah di Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu. Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan itu. Ketiganya adalah MJP (24 tahun), HE (39) dan SU (38).

Selain menangkap pelaku, BNN juga mengamankan barang bukti berupa mesin cetak obat, mesin mixing, oven, alat pres atau kemasan, kompresor dan plastik kemasan. Tak hanya itu, terdapat barang bukti narkotika golongan I jenis carisoprodol berupa pil merek Zenith yang disimpan dalam karung plastik dan beberapa dus pil merek Carnophen.

Sementara itu, di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 14.30 Wib. Lokasinya adalah sebuah rumah makan di Jalan Yos Sudarso Km 7, Desa Kretek Gombong. Sebanyak empat orang, yang berinisial DPM (25), EC 24 tahun, YE (27) dan AM (57), ditangkap. Selain itu, BNN juga menyita barang bukti berupa 60 ribu butir pil jenis PCC.

Di Kota Cilacap, pada Selasa sekitar pukul 14.54 WIB, BNN juga menggerebek sebuah gudang yang diduga mejadi tempat penyimpanan narkotika itu. Di gudang yang beralamat di Jalan Patimura I Desa Buntu RT 2/4 Kelurahan Kroya, Kecamatan Cilacap, dua orang lelaki berinisial SE (62) dan NJ (25) ditangkap. Di tempat itu, sebanyak 43 dus berisi 1,29 juta butir narkotika jenis PCC juga berhasil diamankan.

"Penggerebekan di Cilacap ini merupakan hasil pengembangan hasil penggerebekan pabrik serupa di Tasikmalaya pada hari yang sama. Dari penggerebekan tersebut, BNN juga menggerebek rumah di Cilacap dan di Kebumen," ungkap Triatmo.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, BNN Tulungagung Catat Kinerja Tinggi P4GN

Dari tiga tempat itu, total barang bukti adalah sejumlah narkotika jenis PCC, berbagai mesin produksi, identitas tersangka, kendaraan roda empat, serta sejumlah telepon genggam. Saat ini 9 orang yang ditangkap masih berstatus sebagai calon tersangka.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyebut, pihaknya masih akan mendalami peran para pelaku itu masing-masing. Sembilan orang ini akan dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 114 jo Pasal 132 serta Pasal 112 jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.

Kecolongan

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman merasa kecolongan dengan terungkapnya pabrik narkotika di Kelurahan Gunung Gede. Pabrik yang selama ini diketahui sebagai pabrik sumpit itu ternyata memproduksi narkotika jenis PCC.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan mengetatkan dan meningkatkan kewaspadaan kepada warga pendatang, khususnya yang membuka usaha. Apalagi, dari sembilan orang yang ditangkap hanya ada satu yang merupakan warga Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Buronan Narkoba Kelas Kakap Tertangkap, Ansor: Bongkar Jaringan Besar

"Kejadian ini harus jadi pembelajaran bagi kita semua. Karena hal ini adalah tanggung jawab kita semua. Jujur saja kita kecolongan," jelas dia.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.