Senin, 15 Jun 2026 17:19 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Didorong Teruskan Risma, Machfud Arifin Dinilai Kantongi Modal ini

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 26 Nov 2019 17:38 WIB
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama Presiden Jokowi
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama Presiden Jokowi

jatimnow.com - Mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin atau biasa disapa MA digadang banyak orang untuk maju di Pemilihan Wali Kota Surabaya (Pilwali Surabaya) 2020.

Machfud Arifin yang juga mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu, dinilai punya modal sosial politik (sospol) untuk meneruskan Tri Rismaharini memimpin Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Apalagi saat Pilpres 2019 lalu, pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin berhasil menang telak di Jatim dengan angka 16.231.668 suara atau 65,79 persen. Perolehan suara pasangan Jokowi-KH Ma'ruf yang signifikan di Jatim itu dapat dinilai sebagai 'vitamin' sosial politik.

Baca juga: 

"Sebagai mantan kapolda dan ketua TKD, itu modal sosial politik tersendiri," kata Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo, Selasa (26/11/2019).

Tapi untuk bisa ikut pemilihan kepala daerah, lanjut Mochtar, faktor utama adalah dukungan partai atau jalur partai serta dukungan publik atau independen. Di samping itu, dibutuhkan dukungan pemilih atau hasil survei.

"Maka tantangan MA adalah bagaimana memaksimalkan modal tersebut untuk mendapatkan tiket (rekomendasi partai) menuju kontestasi," jelasnya.

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama KH Ma'ruf AminIrjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama KH Ma'ruf Amin

Munculnya nama arek asli Ketintang Surabaya ini dalam Pilwali Surabaya yang akan digelar 2020 tentunya menambah daftar nama-nama kandidat sehingga menguntungkan masyarakat yang banyak pilihan.

"Pertama, masyarakat menjadi makin memiliki banyak pilihan atau semakin banyak alternatif," ujarnya.

Kedua, kata dia, banyaknya kandidat akan semakin mendorong kompetisi yang kompetitif dan berkualitas.

"Masing-masing akan berupaya untuk menjadi pemimpin Surabaya. Ini tentu semakin memudahkan masyarakat untuk menentukan pilihan," tegasnya.

Ketiga, imbuh dia, kontestasi akan menjadi lebih dinamis dan semakin melibatkan peran serta publik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Karena semakin banyak kandidat akan semakin banyak publik yang disentuh," terangnya.

Ia menilai, akan menjadi kendala tersendiri bagi tokoh-tokoh yang tidak memiliki partai.

"Apalagi ketika beberapa partai sudah membuka pendaftaran dan MA sejauh ini belum mendaftar di satu partai pun," sambung Mochtar.

Untuk menempuh jalur independen juga dibutuhkan percepatan ekstra.

"Karena kader kandidat independen lain sudah memulai jauh hari," sebutnya.

Ia menambahkan, sejauh ini belum melihat keseriusan MA, baik dalam mendekati partai (pendaftaran, konvensi atau komunikasi politik), maupun mendekati publik (dengan berbagai program sosialisasi).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Itu yang nanti jauh lebih dinilai dalam sebuah kontestasi politik," tambah Mochtar W Oetomo.

Jejak Machfud Arifin di Mapolda Jatim

Machfud Arifin pernah menjabat sebagai kapolda di tiga tempat. Yaitu Kapolda Maluku Utara, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Setiap menjadi kapolda, ia selalu meninggalkan kemajuan dan pembangunan di polda yang dipimpinnya.

Seperti saat menjabat sebagai Kapolda Jatim banyak pembangunan yang dilakukannya. Di antaranya membangun masjid yang megah di area Mapolda Jatim.

Kemudian membangun Gedung PATUH lantai 6 yang nyaman untuk anggotanya bertugas. Serta membangun Rumah Sakit Bhayangkara.

Dan pembangunan lainnya yang dilakukan Machfud Arifin selama memimpin Polda Jatim dalam kurun waktu sekitar 2 tahun 8 bulan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.