Minggu, 21 Jun 2026 00:35 WIB

Antisipasi Penculikan Anak di Surabaya, Pemkot Buat Edaran ke Warga

Surat edaran Pemkot Surabaya
Surat edaran Pemkot Surabaya

jatimnow.com - Waspadai aksi penculikan anak yang akhir-akhir ini marak di daerah, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memerintahkan para camat dan lurah agar membuat surat edaran yang ditujukan kepada sekolah-sekolah dan mayarakat melalui RW dan RT setempat.

"Kita harap tidak ada penculikan anak di Surabaya. Makanya kami minta RT RW siaga," kata Wali Kota Risma, Sabtu (23/11/2019)

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyebutkan, di sekolah-sekolah sudah dipasang CCTV. Dengan peralatan tersebut, akan bisa ditemukan siapa pelaku penculikan.

"Karena kita bisa akses ke Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Kamera (CCTV) tidak hanya di sekolah, namun juga di masjid, gereja, kemudian mal. Kita ketahui gerak-geriknya (pelaku)," sebutnya.

Di sekolah, para guru diminta di luar ruangan ketika para siswa pulang. Di sisi lain, di area taman dan ruang publik lainnya juga dijaga oleh aparat Satpol PP dan Linmas.

Kepala BPB (Badan Penanggulangan Bencana) dan Linmas (Perlindungan Masyarakat) Kota Surabaya, Eddy Christyanto mengatakan bahwa surat edaran yang disampaikan para camat dan lurah se-Kota Surabaya untuk mengingatkan warga maupun para guru agar berhati-hati terhadap orang yang asing yang ingin menjemput anak mereka.

"Saat jam pulang sekolah atau di tengah jam pelajaran, kalau yang jemput orangnya gak kenal jangan dilepas. Harus orang yang biasa jemput," kata Eddy.

Tak hanya orang tua, Eddy berharap pembantu rumah tangga (PRT) juga berhati-hati terhadap orang lain yang ingin menjemput putra-putri majikannya. Jika tak mengenal orang tersebut, sebaiknya tidak dijinkan.

"Misal, orangnya mengatakan kalau dirinya disuruh mamanya. Nah, tolong jangan mudah percaya dengan hal-hal semacam ini," harapnya.

Langkah preventif yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi terjadinya kasus penculikan di wilayahnya, bukan saja melalui himbauan yang disampaikan melalui surat edaran.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Lebih jauh, menurut Eddy Christyanto, BPPD dan Linmas, selama ini dirinya telah menginstruksikan kepada para kasatgas (Kepala Satuan Tugas) Linmas untuk berkeliling ke sekolah-sekolah, terutama TK dan SD.

"Kalau jam pulang, saya minta dimonitor. Terutama terhadap sekolah-sekolah yang sifatnya eksklusif, dimana anak-anaknya naik antar jemput. Mereka (sekolah) kita minta menutup pagar dan berhati-hati," ucapnya.

Jumlah Kasatgas Linmas yang bertugas mengawasi sekolah-sekolah sebanyak 154 orang, setara dengan jumlah kelurahan. Untuk itu, di masing-masing kelurahan memiliki satu orang kasatgas linmas.

Eddy mengakui keterbatasan personel menyebabkan, tidak semua sekolah bisa dipantau. Untuk itu, pihaknya hanya memonitor sejumlah sekolah tertentu yang memungkinkan berpotensi terjadi tindak penculikan.

"Kasatgas sudah saya sampaikan, agar mereka menyampaikan ke satpam perumahan atau petugas keamanan kampung, pada siang hari agar waspada terhadap tamu yang tak dikenal," jelasnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Ia meminta, petugas keamanan untuk menanyai kepada setiap tamu yang berkunjung, ingin menemui siapa, kemudian mencatat nomor kendaraannya.

"Kalau ada apa-apa akan ketahuan. Tamu yang berkunjung ke rumah siapa, dan nomor kendaraannya berapa? Ini upaya preventif. Untuk perumahan yang menerapkan one gate system mudah pengawasannya," sebutnya.

Eddy menegaskan, kendati kasus penculikan marak terjadi di luar daerah. Namun menurutnya kewaspadaan harus ada. Ia mengibaratkan seperti peribahasa, sedia payung sebelum hujan.

Artinya, berjaga-jaga sebelum bahaya datang. Apabila masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan, bisa menghubungi layanan tanggap darurat Command Center 112 milik Pemkot Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.