Kamis, 18 Jun 2026 01:15 WIB

Tamu dari Singapura Tinjau Penanganan Daerah Kumuh di Trenggalek

Bupati Nur Arifin menunjukkan penanganan daerah kumuh di Trenggalek kepada tamu dari Singapura
Bupati Nur Arifin menunjukkan penanganan daerah kumuh di Trenggalek kepada tamu dari Singapura

jatimnow.com - Menerima kunjungan Temasek Foundation International (TFI), Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menunjukkan komitmennya untuk menuntaskan salah satu kawasan kumuh di Trenggalek.

Sebelumnya pada bulan November 2018, Bupati Nur Arifin mewakili Pemkab Trenggalek diundang oleh TFI untuk mengikuti salah satu program good government. Setahun berselang, TFI ingin melihat perubahan dan hasil dari program tersebut.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati Nur Arifin menjelaskan, sesuai surat keputusan terdapat kawasan kumuh di sekitar kota dan kawasan selatan Trenggalek. Di kota terdapat tiga sampai lima desa dan di Kawasan selatan terdapat dua desa. Hasil program tersebut akan ditunjukkan oleh Bupati Nur Arifin kepada Tim TFI yang datang.

Bupati Nur Arifin menunjukkan penanganan daerah kumuh di Trenggalek kepada tamu dari SingapuraBupati Nur Arifin menunjukkan penanganan daerah kumuh di Trenggalek kepada tamu dari Singapura

"Ini nanti kita tunjukkan semuanya dan bagaimana progresnya. Karena masyarakat melakukannya sendiri, tidak melalui kontraktor," ujarnya, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Dalam aplikasinya, Pemkab Trenggalek memberikan bantuan dan masyarakat yang mengerjakan. Saat ini semua pengerjaannya sudah hampir 80 persen. Pada perencanaannya, daerah-daerah kumuh diubah menjadi green kampong, dengan sanitasi yang bagus dan jalan yang baik.

"Ke depan kita bisa memasukkan rencana yang lebih spesifik untuk pengolahan limbah, baik itu sampah maupun limbah cair," terang Bupati Nur Arifin.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sementara itu, Teo Jing Kok, Deputy Director CLC menuturkan bila satu tahun lalu Bupati Nur Arifin datang ke Singapura untuk belajar. Mereka ingin mengecek implementasi dari apa yang telah didapatkan Bupati Nur Arifin. Mereka juga ingin melihat langsung sejauh mana pembelajaran di Singapura diterapkan di Trenggalek.

"Setelah satu tahun, kami ingin melihat perubahan apa saja yang sudah dilakukan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.