Sabtu, 20 Jun 2026 10:08 WIB

Nasi Liwet Ikan Nila dengan Tiga Macam Sambal Hadir di Surabaya

Ngikan hadir di Surabaya dengan menu nasi liwet ikan nila serta tiga jenis sambal
Ngikan hadir di Surabaya dengan menu nasi liwet ikan nila serta tiga jenis sambal

jatimnow.com - Menu nasi liwet dengan lauk Ikan Nila kini hadir di Surabaya. Menu tersebut dihadirkan dengan tiga sambal khas Indonesia. Pecinta kuliner bisa menemukan sajian penggoyang lidah tersebut hanya di Ngikan.

Ngikan merupakan restoran dengan sistem take-away yang berada di Ruko Nginden Semolo Kavling 101, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Tom Liwafa, salah satu pemilik Ngikan mengatakan, tiga sambal khas Indonesia itu dihadirkan khusus bagi masyarakat di Surabaya sangat suka dengan menu sambal. Sedangkan Nila disajikan dengan alasan kandungan gizi dan nutrisinya.

"Masyarakat Surabaya sangat menggemari sambal. Bukan hanya sebagai pelengkap, sambal sudah seperti menjadi menu utama," ujar pria yang akrab disapa Tom ini, Minggu (17/11/2019).

Menurut Tom, tiga sambal di Ngikan merupakan sambal khas Nusantara, sehingga menunya akan dengan mudah merebut hati pelanggan.

"Kami punya tiga jenis sambal, sambal matah, sambal acar kuning dan sambal mercon. Ketiganya ini punya karakter rasa yang berbeda serta khas dengan lidah Indonesia," jelasnya.

Pembukaan Ngikan di Ruko Nginden Semolo Kavling 101, SurabayaPembukaan Ngikan di Ruko Nginden Semolo Kavling 101, Surabaya

Dari ketiga sambal itu, terlihat berbeda secara tampilan, maupun rasa. Karena cara pengolahannya juga berbeda. Seperti sambal matah, memiliki karakter dengan potongan kasar dari bawang merah, cabe dan daun jeruk yang digoreng sebentar di minyak panas.

Sementara, sambal acar kuning yang dimasak dengan kunyit dan diberi sedikit cuka ditambah dengan potongan mentimun, cukup menarik selera. Sedangkan sambal mercon, memiliki sensasi pedas yang akan membuat penikmat Ngikan ketagihan.

Tom menambahkan, nasi liwet juga masuk dalam menunya. Nasi yang diketahui dari Solo ini, sebenarnya mempunyai arti tersendiri di masyarakat tanah Jawa, yaitu simbol penolak bencana alam, di beberapa Pulau Jawa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ada nasi liwet juga, yang menjadi simbol penolak bencana. Namun kelebihan lainnya adalah nasi ini kaya akan rempah, bernutrisi dan bergizi cukup tinggi," ungkap Tom.

Ngikan memberikan rempah yang lengkap pada Nasi Liwetnya. Terdapat daun salam, sereh, jahe dan sedikit potongan cabe yang bakal menggugah selera setiap penikmatnya.

Tom menyebut alasan Ngikan menggunakan ikan nila, yaitu karena ikan ini selain memiliki gizi, juga stok ikan di Indonesia melimpah.

"Kita sudah mengetahui kandungan gizi dan nutrisi pada ikan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, seperti protein dan omega 3. Selain itu, Indonesia sebagai Negara Maritim, memiliki stok yang melimpah, entah itu ikan laut maupun ikan tawarnya," ujarnya.

Menu Nila di Ngikan disajikan dengan di filet dan digoreng renyah, menggunakan tepung yang sudah dibumbu. Selain itu, Ngikan menirukan ucapan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, yaitu "Kalau Enggak Makan Ikan Tenggelamkan".

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara, salah satu pelanggan bernama Iva Yati (27) mengaku sengaja datang ke Ngikan meski mengantre.

"Sudah menunggu lama, kapan ya buka di Surabaya. Tahunya melalui halaman IG (Instagram), jadi pas buka di Surabaya, langsung ingin mencoba," tuturnya.

Iva sangat suka dengan ikan nila yang disajikan dengan cara filet, digoreng renyah dengan tepung yang sudah diberi bumbu terlebih dahulu.

"Enak, enggak amis sama sekali, apa lagi crunchy. Cocok sama sambalnya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.